坤甸讯——坤甸市政府与印尼国军(TNI)近日开展植树活动,强调环境保护不能仅停留在应对森林及土地火灾(Karhutla),还需要持续推进长期环境保护措施。
此次活动于9月19日(星期六)在坤甸Purnama Dalam路举行,是印尼国军成立周年系列活动之一。坤甸市军分区/Kodim 1207 Pontianak辖区内的多个Koramil也同步开展植树活动。
坤甸市长埃迪/Edi Rusdi Kamtono表示,保护环境需要政府、国军、警方、企业、社区以及广大民众共同参与。
他说:政府、国军、警方、企业、社区和社会各界都有责任维护环境,为民众创造健康的生活空间。
Edi指出,在近期空气质量问题对坤甸市民日常活动造成一定影响的情况下,提高环境保护意识显得更加重要。
与此同时,Kodim 1207/XII Tanjungpura司令Robbi Firdaus上校指出,森林及土地火灾的影响不仅涉及生态环境,也波及民众日常生活。
他说:“我们要共同脚踏实地保护自然。尤其是目前森林及土地火灾造成了很大的影响。”
Robbi表示,烟霾已经影响多个领域,包括民众健康、儿童学习、航空运输以及农民在田间的活动。
他认为,植树可以成为保护环境的一项长期措施,包括帮助吸收二氧化碳(CO2)。不过,他强调,种树木只是开始,更重要的是持续维护,让树木能够健康成长并长期发挥作用。
他说:“希望大家共同保护和照料我们种下的树木,让它们能够成长并造福社会。”
Robbi同时将绿化行动与全球变暖及气候变化挑战联系起来。因此,他呼吁类似活动不要仅成为象征性活动,而应持续开展,并由政府机构及社会各界共同参与。
他说:“最重要的是碳信用(Carbon Credit)的价值。”
此次植树活动成为当地推动环境保护的一项行动。在森林及土地火灾和空气质量问题仍受到关注的背景下,植树能否产生长期效果,最终仍取决于后续维护以及树木的实际生长情况。
PONTIANAK – Penanaman pohon yang dilakukan Pemerintah Kota Pontianak bersama jajaran TNI menjadi pengingat bahwa persoalan lingkungan tidak berhenti pada penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), tetapi juga membutuhkan langkah jangka panjang.
Kegiatan yang digelar di Jalan Purnama Dalam, Sabtu (19/9/2026), merupakan bagian dari rangkaian peringatan HUT TNI. Penanaman pohon juga dilakukan di sejumlah Koramil di wilayah Kodim 1207/Pontianak.
Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mengatakan menjaga lingkungan membutuhkan keterlibatan pemerintah, TNI, Polri, dunia usaha, komunitas hingga masyarakat.
“Pemerintah, TNI, Polri, dunia usaha, komunitas, dan masyarakat memiliki peran dalam menjaga lingkungan agar tetap memberikan ruang hidup yang sehat bagi masyarakat,” kata Edi.
Menurut Edi, kepedulian terhadap lingkungan menjadi semakin penting di tengah persoalan kualitas udara yang dalam beberapa waktu terakhir turut memengaruhi aktivitas masyarakat Pontianak.
Sementara itu, Komandan Kodim 1207/Tanjungpura Kolonel Inf. Robbi Firdaus menyoroti dampak karhutla yang tidak hanya berkaitan dengan lingkungan, tetapi juga aktivitas masyarakat.
“Kita sama-sama membumi untuk menjaga alam kita. Apalagi sekarang kita melihat karhutla yang sangat berdampak,” ujarnya.
Robbi menyebut kabut asap telah memengaruhi berbagai aktivitas, mulai dari kesehatan, kegiatan belajar anak-anak, penerbangan hingga aktivitas masyarakat di ladang.
Ia menilai penanaman pohon dapat menjadi salah satu bagian dari upaya menjaga lingkungan, termasuk membantu menyerap karbon dioksida (CO2). Namun, pohon yang ditanam, menurutnya, harus dirawat agar dapat tumbuh dan memberikan manfaat dalam jangka panjang.
“Harapannya apa yang kita tanam ini kepada seluruh masyarakat, mari kita jaga, pelihara sehingga pohonnya tumbuh dan bermanfaat,” katanya.
Robbi juga mengaitkan penghijauan dengan tantangan perubahan iklim dan pemanasan global. Karena itu, ia mendorong kegiatan serupa tidak berhenti sebagai agenda seremonial, melainkan dilakukan secara berkelanjutan dengan melibatkan berbagai pihak.
“Yang paling penting adalah karbon kreditnya tersebut,” ujarnya.
Penanaman pohon tersebut menjadi salah satu bentuk kampanye kepedulian lingkungan di tengah persoalan karhutla dan kualitas udara yang masih menjadi perhatian di Kalimantan Barat. Namun, keberhasilan program penghijauan pada akhirnya bergantung pada keberlanjutan perawatan dan pertumbuhan pohon yang telah ditanam.
