坤甸讯——西加里曼丹被认为具备成为印度尼西亚Line Dance发展中心之一的巨大潜力。除了社区参与热情持续提升之外,当地丰富的文化资源和旅游潜力,也被认为是支持Universal Line Dance(ULD)全国乃至国际活动的重要优势。
这一观点是在2026年6月14日(星期日)于坤甸Grand Mahkota Hotel举行的ULD西加里曼丹 Gathering & Jamming活动中提出的。活动汇聚了来自坤甸、Kubu Raya及Singkawang的13个Line Dance社群,参与人数超过100人。
ULD Indonesia组织事务主席 Sofyan Anas 表示,西加里曼丹的吸引力不仅体现在Line Dance社群的发展上,当地旅游、美食及文化资源同样具备与ULD Indonesia全国性活动结合发展的巨大潜力。
“我们看到西加里曼丹拥有非常多的发展潜力。这里的旅游资源、美食文化、地方文化都非常丰富,而且大家的凝聚力也非常好。这些都是未来发展Line Dance的重要资本。”他说。
根据Sofyan介绍,ULD Indonesia已准备支持ULD西加里曼丹所发起的各项活动。西加里曼丹甚至被列为未来举办全国Gathering的重要候选地区之一,届时预计将有来自印尼29个省份的ULD代表,以及来自澳大利亚墨尔本的一名代表共同参与。
不仅如此,该项活动未来还将朝国际规模发展,计划邀请来自马来西亚、新加坡等邻国的Line Dance社群参与,进一步成为推动地方体育旅游(Sport Tourism)发展的重要组成部分。
ULD Indonesia教育培训部(Diklat)主席 Rico Yusran 也表示,对西加里曼丹民众参与Line Dance的热情印象深刻。他认为,这项巨大潜力必须持续配合能力建设,不仅要提升舞蹈水平,也要加强技术基础及不断更新的编舞知识。
“这里的发展潜力非常巨大。关键在于不断加强训练、提升知识水平,让西加里曼丹Line Dance整体质量不断提高。”他说。
与此同时,ULD西加里曼丹主席 Herkulana Mekarryani 表示,目前组织正重点推进新生代培养计划,并积极面向年轻族群开展招募工作。
除了已经开设青少年课程外,ULD西加里曼丹还制定了更贴近年轻人的推广策略,包括走进咖啡馆、公共空间,并计划未来进入学校开展推广活动。
“如果希望吸引Z世代,就必须采用符合他们生活方式的方式。未来我们希望有更多年轻人参与,让Line Dance在西加里曼丹得到更广泛的认识与发展。”她表示。
Herkulana强调,ULD西加里曼丹始终秉持包容开放的精神,欢迎所有社群参与,不分任何背景。她也希望Line Dance能够成为凝聚社会的平台,正如组织一直倡导的主题:“一个步伐(Satu Langkah)、一个节奏(Satu Irama)、一个大家庭(Satu Keluarga)。”
Kalbar Berpeluang Jadi Panggung Besar Event Line Dance Indonesia, Ini Alasannya
KUNDIANDAILY.COM, PONTIANAK – Kalimantan Barat dinilai memiliki potensi besar untuk menjadi salah satu pusat pengembangan line dance di Indonesia. Selain antusiasme komunitas yang terus meningkat, kekayaan budaya dan potensi wisata daerah disebut menjadi modal kuat untuk mendukung agenda nasional hingga internasional Universal Line Dance (ULD).
Hal itu mengemuka dalam kegiatan Gathering & Jamming ULD Kalbar di Hotel Grand Mahkota Pontianak, Minggu (14/6/2026), yang mempertemukan 13 komunitas line dance dari Pontianak, Kubu Raya, dan Singkawang dengan jumlah peserta lebih dari 100 orang.
Ketua Bidang Organisasi ULD Indonesia, Sofyan Anas, mengatakan pihaknya melihat Kalimantan Barat memiliki daya tarik yang tidak hanya terletak pada perkembangan komunitas line dance, tetapi juga pada sektor pariwisata, kuliner, dan budaya yang dapat dikolaborasikan dengan program nasional ULD Indonesia.
“Kami melihat banyak sekali potensi di Kalimantan Barat. Wisatanya, kulinernya, budayanya sangat kuat dan kebersamaannya juga sangat baik. Ini menjadi modal yang besar untuk pengembangan line dance ke depan,” ujarnya.
Menurut Sofyan, ULD Indonesia siap mendukung berbagai kegiatan yang digagas ULD Kalbar. Bahkan, Kalimantan Barat diproyeksikan menjadi salah satu kandidat pelaksanaan gathering nasional yang akan melibatkan perwakilan ULD dari 29 provinsi di Indonesia serta satu perwakilan dari Melbourne.
Tidak hanya itu, kegiatan tersebut juga diarahkan memiliki skala internasional dengan mengundang komunitas line dance dari negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura sehingga mampu menjadi bagian dari pengembangan sport tourism di daerah.
Ketua Diklat ULD Indonesia, Rico Yusran, juga mengaku terkesan dengan antusiasme masyarakat Kalimantan Barat terhadap line dance. Menurutnya, potensi tersebut perlu terus diimbangi dengan peningkatan kapasitas para pegiat dan instruktur agar tidak hanya mampu menari, tetapi juga memahami teknik dan perkembangan koreografi yang terus berubah.
“Potensinya sangat besar. Tinggal bagaimana terus diasah dan diperkuat ilmunya sehingga kualitas line dance di Kalimantan Barat semakin berkembang,” katanya.
Sementara itu, Ketua ULD Kalbar Herkulana Mekarryani mengatakan pihaknya kini tengah fokus menyiapkan regenerasi organisasi dengan menyasar generasi muda. Selain telah membuka kelas junior, ULD Kalbar juga menyiapkan strategi promosi di ruang-ruang yang dekat dengan anak muda, seperti kafe dan ruang publik, serta berencana masuk ke sekolah-sekolah.
“Kalau ingin mengajak Gen Z, tentu pendekatannya harus sesuai dengan dunia mereka. Ke depan kami ingin lebih banyak melibatkan anak-anak muda agar line dance semakin dikenal dan berkembang di Kalimantan Barat,” ujarnya.
Herkulana menegaskan ULD Kalbar tetap mengusung semangat inklusif dengan membuka ruang bagi seluruh komunitas tanpa membedakan latar belakang. Sejalan dengan slogan yang diusung organisasi, ia berharap line dance dapat menjadi ruang kebersamaan seperti tema yang diusung: “Satu Langkah, Satu Irama, Satu Keluarga”.
