坤甸讯——Universal Line Dance(ULD)西加里曼丹不希望Line Dance仅仅被视为成年人或老年人的运动。该组织目前正制定全新策略,以更贴近年轻人的方式招募Z世代,通过公共空间推广Line Dance,并进一步走进校园。
上述内容是在2026年6月13日举行的ULD西加里曼丹Coaching Clinic活动中提出的。这项活动不仅是舞蹈技巧培训,更成为强化组织建设、培养干部以及储备未来教练员的重要起点。
ULD西加里曼丹主席 Herkulana Mekarryani 表示,接触Z世代不能再采用过去的方式。因此,ULD已经开始招募年轻人,并准备制定更符合他们生活方式的推广策略。
“对于Z世代来说,他们不会出现在酒店里。因此,我们将走进咖啡馆、GOR等开放式公共空间以及年轻人聚集的地方。未来的宣传工作也会由与他们年龄相近的年轻人来进行。”她表示。
除了强化组织建设之外,这项活动也成为未来教练员的重要培训课程,使他们在今后推广Line Dance时,能够更加理解ULD的愿景与价值理念。
ULD西加里曼丹第一秘书 Ettawati 补充表示,下一步将与各级学校建立合作关系,从年轻阶段开始培养新一代干部。她认为,目前Line Dance已越来越受到各年龄层欢迎,不再只是特定年龄群体的活动。
ULD Indonesia方面也给予支持。ULD Indonesia组织事务主席 Sofyan Anas 表示,此次五位全国教练来到西加里曼丹,是全国教练员素质均衡发展计划的一部分,同时也是推动Line Dance发展至各县市的重要举措。
“我们建设的不只是兴趣爱好,更是教学品质。Universal Line Dance隶属于KORMI,既属于大众体育体系,也拥有竞技发展路径,甚至每年都举办国际赛事。”他说。
与此同时,全国教练 Lily Kho 勉励所有未来教练员要不断学习,并持续强化基本功。
“不要忽略Beginner阶段。一位优秀的教练,反而必须拥有非常扎实的基础功。”她表示。
此次Coaching Clinic也是迈向2026年ULD西加里曼丹Gathering的重要系列活动之一。Gathering已于6月14日在Pontianak Mahkota Hotel举行,共有来自西加里曼丹13个Line Dance社群的150名参与者参加,并与五位全国教练Sofyan Anas、Irene、Andrico Yusran、Yudha及Lily Kho共同进行演出与Jamming活动。
ULD Kalbar Bidik Gen Z Lewat Ruang Publik hingga Sekolah
KUNDIANDAILY.COM, PONTIANAK – Universal Line Dance (ULD) Kalimantan Barat tak ingin line dance identik dengan kalangan dewasa atau lansia. Organisasi ini kini menyiapkan strategi baru untuk merekrut generasi Z dengan cara yang lebih dekat dengan dunia anak muda, yaitu memperkenalkan line dance lewat ruang publik hingga menyasar sekolah-sekolah.
Pernyataan itu mengemuka dalam Coaching Clinic ULD Kalbar yang digelar 13 Juni 2026. Tak sekadar melatih teknik menari, kegiatan tersebut menjadilangkah awal memperkuat organisasi sekaligus menyiapkan kader dan calon instruktur baru.
Ketua ULD Kalbar Herkulana Mekarryani mengatakan pendekatan kepada Gen Z tidak bisa dilakukan dengan cara-cara lama. Karena itu, pihaknya mulai merekrut anak-anak muda dan menyiapkan strategi promosi yang lebih sesuai dengan gaya hidup mereka.
“Kalau Gen Z, mereka tidak akan ada di hotel-hotel. Jadi kami akan masuk ke kafe-kafe, ruang terbuka seperti GOR dan kawasan berkumpul anak muda. Promosi nanti juga dilakukan oleh adik-adik yang seusia mereka,” ujarnya.
Selain memperkuat organisasi, kegiatan tersebut juga menjadi bekal bagi calon instruktur agar lebih memahami visi dan nilai-nilai ULD saat mengembangkan line dance di masyarakat.
Sekretaris I ULD Kalbar, Ettawati menambahkan, langkah berikutnya adalah menjalin kerja sama dengan sekolah-sekolah untuk melahirkan kader baru sejak usia muda. Menurutnya, line dance saat ini semakin diminati berbagai kalangan dan tidak lagi identik dengan kelompok usia tertentu.
Dukungan juga datang dari ULD Indonesia. Ketua Bidang Organisasi ULD Indonesia, Sofyan Anas, mengatakan kedatangan lima instruktur nasional ke Kalbar merupakan bagian dari program pemerataan kualitas instruktur di seluruh Indonesia sekaligus mendorong perkembangan line dance hingga ke kabupaten dan kota.
“Yang kami bangun bukan hanya hobi, tetapi juga kualitas pengajaran. Universal Line Dance berada di bawah KORMI dan memiliki jalur olahraga masyarakat sekaligus prestasi, bahkan ada kompetisi internasional setiap tahun,” jelasnya.
Sementara itu, instruktur nasional Lily Kho berpesan kepada para calon instruktur agar tidak pernah berhenti belajar dan tetap memperkuat fondasi dasar. “Jangan melupakan tahapan beginner. Seorang instruktur yang baik justru harus menguasai dasar dengan sangat kuat,” pesannya.
Coaching Clinic ini menjadi rangkaian menuju Gathering ULD Kalbar 2026 yang digelar 14 Juni di Hotel Mahkota Pontianak. Sebanyak 150 peserta dari 13 komunitas line dance se-Kalimantan Barat menampilkan berbagai penampilan dan sesi jamming bersama lima instruktur nasional, yakni Sofyan Anas, Irene, Andrico Yusran, Yudha, dan Lily Kho.
