坤甸讯 —— 周二(2026年3月31日),西加里曼丹省省长办公厅迎来 Asosiasi Penangkar dan Pedagang Siluk(APPS) 管理层代表到访。当天围绕地区经济未来的讨论,并未从矿业、棕榈油或基础设施展开,而是聚焦一种在国际市场具有高价值的鱼类——Arwana(Siluk,龙鱼)。
西加里曼丹省省长 Ria Norsan 表示:“我们的 Siluk 龙鱼品质世界一流。政府必须确保养殖户不再受到繁琐行政程序的阻碍,我们希望西加里曼丹龙鱼出口能够更快走向国际市场。”
对部分人而言,龙鱼或许只是观赏鱼。然而在西加里曼丹,这一产业早已成为民生经济的重要支柱,涵盖养殖户、贸易商及出口网络等多个环节。
因此,省政府重点关注简化认证流程及运输许可文件办理,这些问题长期以来一直是行业发展的主要挑战之一。省政府承诺将加强与中央垂直机构协调,使相关程序更加快捷、高效,并更具营商友好性。
这一举措被认为对推动西加里曼丹龙鱼加速进入全球市场具有重要意义。
政府支持不仅体现在政策层面。省政府还准备通过国际贸易展览、文化节活动推广,以及强化东亚与欧洲市场布局等方式,扩大龙鱼国际影响力。
与此同时,加强本地 Siluk 龙鱼遗传纯度研究也成为重点工作之一,其目标是确保西加里曼丹龙鱼持续保持世界级品质优势。
“我们将特别关注 Siluk 产业发展,包括推动科研与品质提升,确保西加里曼丹龙鱼继续成为世界市场的明星产品,”Ria Norsan 表示。
这一支持被视为对长期以来独立发展的行业协会的重要推动力量。
APPS 主席 **Erik Hikmatul Basyir 表示,来自地方政府的直接支持为龙鱼养殖与贸易群体注入新的动力,使其更有信心在全球竞争中实现升级发展。
“过去我们更多依靠自身力量发展。如今在省长的直接支持下,我们更加乐观地认为,以观赏鱼养殖为基础的民生经济将迈向更高层次,”他说。
这一发展势头还将通过计划举办的 APPS Arwana Kontes 2026 进一步强化。赛事将争夺“西加里曼丹省长大奖(Grand Champion)”,预计将进一步巩固西加里曼丹作为世界龙鱼重要中心之一的地位。
“我们非常感谢省政府支持使用省长奖杯举办2026年龙鱼大赛。这将为赛事增添特色,同时提升西加里曼丹在国内外层面的形象,”Erik 表示。
据了解,全国约 70% 的龙鱼出口来自西加里曼丹省,这一数据凸显了该地区作为世界丝禄(Siluk)贸易核心地带的重要地位。
印尼海洋与渔业部数据显示,2024年全年共有161,066尾 Scleropages formosus(亚洲龙鱼)从西加里曼丹出口至国际市场,主要出口目的地为中国(89%),其次是越南(8%)和台湾(3%)。这一趋势在2025年1月至9月29日期间持续延续,当期共签发573份出口文件,累计出口105,357尾龙鱼至14个国家,甚至拓展至南亚及拉丁美洲等新兴市场。
从西加里曼丹的养殖池塘出发,Siluk 龙鱼正迈向更广阔舞台——不仅成为地方骄傲,也正逐步成长为代表地区创意经济走向世界的重要符号。

Gubernur Kalbar bersama Asosiasi Penangkar dan Pedagang Siluk (APPS) Kalbar
Arwana Kalbar Dipacu Tembus Pasar Global, Dukungan Pemprov Kian Kuat
PONTIANAK – Ruang kerja Kantor Gubernur Kalimantan Barat, Selasa, 31/3/2026, kedatangan jajaran pengurus Asosiasi Penangkar dan Pedagang Siluk (APPS) Kalbar. Pembicaraan tentang masa depan ekonomi daerah siang itu tidak dimulai dari tambang, sawit, atau infrastruktur, namun berfokus pada ikan yang bernilai tinggi di pasar dunia: Siluk, atau yang lebih dikenal sebagai Arwana (Scleropages formosus)
“Ikan Siluk kita memiliki kualitas terbaik di dunia. Pemerintah harus hadir memastikan para penangkar tidak terhambat oleh birokrasi yang berbelit. Kita ingin ekspor Siluk Kalbar dapat melaju lebih cepat ke mancanegara,” tegas Gubernur Kalbar, Ria Norsan.
Sebagian orang, mungkin hanya menganggap ikan Arwana sebagai ikan koleksi. Namun di Kalbar, komoditas ini sudah lama menjadi denyut ekonomi rakyat; mulai dari penangkar, pedagang, hingga jaringan ekspor.
Karena itu, salah satu perhatian utama gubernur adalah menyederhanakan proses sertifikasi dan dokumen izin angkut yang selama ini menjadi tantangan pelaku usaha. Pemerintah provinsi berkomitmen berkoordinasi dengan instansi vertikal agar prosesnya lebih cepat, efisien, dan ramah pelaku usaha.
Langkah ini dinilai penting agar Arwana Kalbar bisa bergerak lebih lincah menembus pasar global.
Dukungan pemerintah tidak berhenti pada urusan regulasi. Pemprov Kalbar juga menyiapkan strategi promosi melalui pameran dagang internasional, festival budaya, hingga penguatan pasar di kawasan Asia Timur dan Eropa.
Di saat yang sama, riset untuk menjaga kemurnian genetik Siluk lokal juga menjadi perhatian serius. Tujuannya sederhana namun strategis, yakni menjaga kualitas agar Arwana Kalbar tetap menjadi primadona di pasar dunia.
“Kita memberikan perhatian khusus kepada pelaku usaha ikan Siluk, termasuk mendorong riset dan penguatan kualitas agar Arwana Kalbar tetap menjadi primadona dunia,” kata Ria Norsan.
Dukungan ini terasa seperti dorongan baru untuk asosiasi setelah sekian lama bergerak mandiri.
Ketua APPS Erik Hikmatul Basyir menyebut, perhatian langsung dari pemerintah daerah menjadi energi tambahan bagi komunitas penangkar dan pedagang Siluk untuk naik kelas menghadapi persaingan global.
“Selama ini kami banyak berjuang secara mandiri. Dengan dukungan langsung dari Bapak Gubernur, kami optimis ekonomi kerakyatan berbasis budidaya ikan hias ini akan naik kelas,” ujarnya.
Momentum itu juga akan diperkuat melalui rencana penyelenggaraan APPS Arwana Kontes 2026, yang akan memperebutkan Piala Grand Champion Gubernur Kalbar. Sebuah agenda yang diharapkan mempertegas posisi Kalbar sebagai salah satu pusat Arwana dunia.
“Kami sangat berterima kasih atas dukungan penggunaan Piala Gubernur pada Kontes Arowana 2026. Ini akan menjadi warna tersendiri sekaligus memperkuat citra Kalbar melalui kegiatan berskala nasional dan internasional,” tandas Erik.
Diketahui bahwa sekitar 70 persen ekspor arwana nasional berasal dari Kalimantan Barat, sebuah angka yang menegaskan posisi daerah ini sebagai jantung perdagangan siluk dunia.
Data Kementerian Kelautan dan Perikanan mencatat, sepanjang 2024 sebanyak 161.066 ekor Arwana formosus dari Kalbar melintasi pasar internasional, dengan tujuan utama China (89 persen), disusul Vietnam (8 persen) dan Taiwan (3 persen). Tren itu berlanjut pada periode Januari hingga 29 September 2025, ketika 573 dokumen ekspor diterbitkan untuk pengiriman 105.357 ekor arwana ke 14 negara tujuan, bahkan merambah pasar baru di Asia Selatan hingga Amerika Latin.
Dari kolam-kolam penangkar di Kalbar, perjalanan Siluk kini diharapkan lebih jauh. Bukan hanya menjadi kebanggaan lokal, tetapi juga simbol ekonomi kreatif daerah yang siap berenang lebih cepat menuju pasar global.
