(坤甸讯)2026年5月14日星期四,数百名民众齐聚哇卓下乡(Wajok Hilir)大伯公庙(Kelenteng Tua Pek Kong Kong),共同庆祝大伯公圣诞千秋。
尽管当天细雨绵绵,但丝毫没有减退民众参与庆典的热情。除了华社民众外,周边的马来族及武吉斯族居民也到场参与,共同热闹庆祝哇卓下乡大伯公圣诞。
大伯公庙总主席He Sok Thong表示,大伯公圣诞庆典每年都会固定举行,希望能为社会大众与善信带来平安与福祉。
“从第一次举办至今,我们已经举办了十多届类似今天这样的庆典活动。我们共同希望社会大众永远平安健康、财运亨通、生活越来越好,”他说。
Sok Thong表示,大伯公圣诞庆典为周边社会带来了许多积极意义与善缘,包括让民众获得娱乐活动、举办竞标及聚餐宴席,同时也展现了哇卓地区宗教之间的包容与和谐。
“这项庆典的积极价值,就是让民众能够共享欢乐并参与大伯公圣诞活动。我们也祈愿所有居民长寿安康,并获得大伯公的平安庇佑,”他说。
庙宇主席The Ce Khim透露,哇卓大伯公庙自1937年便已存在,当时庙宇位于河边,建筑以木板搭建,并以木瓦为屋顶,而进入庙宇的道路仍只是泥泞小径。
“直到2025年前后,庙宇终于重新整修,环境变得更加美观,也更方便善信前来膜拜。我们希望庙宇未来越来越发展、规划更加完善,让民众能够安心前来敬拜,”他说。
Tua Pek Kong Wajok Hilir Rayakan HUT
KUNDIANDAILY.COM, PONTIANAK – Ratusan warga hadir merayakan perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Tua Pek Kong Kong atau Pekong Wajok di Kelenteng Tua Pek Kong Kong , Wajok Hilir, Kamis (14/5/2026).
Meski cuaca diserang hujan gerimis, tak menyulutkan niat warga untuk meramaikan perayaan tersebut. Bahkan warga sekitar yang non Tionghoa, seperti Melayu dan Bugis turut hadir untuk meriahkan ulang tahun Pek Kong Kong Wajok Hilir.
Ketua Umum Kelenteng Tua Pek Kong Kong, He Sok Thong mengatakan perayaan ulang tahun Pekong rutin digelar setiap tahun dengan harapan dapat memberikan warga dan umat kedamaian dan keselamatan.
“Sejak pertama kali dirayakan sampai sekarang sudah belasan kali kita gelar acara seperti hari ini, Harapan kita bersama semoga masyarakat selalu mendapatkan keselamatan, sehat, murah rejeki dan semakin maju.
Menurut Sok Thong, perayaan ulang tahun Pekong banyak hal positif dan kebaikan yang bisa dirasakan masyarakat sekitar. Di antaranya mendapatkan hiburan, menggelar lelang dan perjamuan makan serta toleransi umat beragama khususnya di Wajok.
“Nilai positif dari perayaan ini, ada kebaikan warga menikmati acara ini dan turut serta dalam acara ulang tahun Pekong. Kita juga doakan semua warga panjang umur dan mendapat perlindungan keselamatan dari Pekong,” tuturnya.
Ketua Kelenteng, The Ce Khim mengungkapkan, Pekong Wajok sudah ada sejak tahun 1937 yang letaknya di pinggir sungai, bangunan dari papan dan beratapkan sirap kayu, serta akses masuk masih berupa jalan setapak tanah lumpur.
“Sekitar tahun 2025, akhirnya kelenteng ditata kembali jadi bagus, lebih nyaman untuk umat bersembahyang. Kita berharap kelenteng semakin maju dan tertata sehingga masyarakat bisa sembahyang sini dengan tenang,” pungkasnya. (sgt)
