【温馨晨语】
人人都知道:言多必失、祸从口出的哲理。很多时候你知道说的是什么,但不一定知道说出的后果是什么?导致很多无法挽回的后果。古人教我们“慎言”,不是不说话,而是要让语言带上温度:话出口前,先问自己三个问题:真的吗?善意吗?必须说吗?如果是批评,请“裹上糖衣”:先肯定,再建议,最后鼓励。如果被恶语中伤,记住那是对方的情绪投射,不是你的真实画像。智者说:言语有生死之权,不可轻忽。少说、慢说、勒住舌头;静默不开口有时也是智慧。(箴言 17:27-28)。
【RENUNGAN PAGI】
Semua orang tahu prinsip bahwa “terlalu banyak bicara mudah menimbulkan kesalahan, dan bencana sering bermula dari ucapan.” Sering kali kita tahu apa yang kita katakan, tetapi belum tentu menyadari akibat dari perkataan tersebut. Akibatnya, banyak hal terjadi dan tidak dapat diperbaiki kembali.
Orang-orang dahulu mengajarkan kita untuk “berhati-hati dalam berbicara”, bukan berarti tidak boleh berbicara, melainkan bagaimana membuat setiap perkataan memiliki kehangatan dan pertimbangan.
Sebelum mengucapkan sesuatu, tanyakan terlebih dahulu kepada diri sendiri tiga hal:
Apakah ini benar?
Apakah ini disampaikan dengan niat baik?
Apakah ini memang perlu dikatakan?
Jika ingin memberikan kritik, “bungkuslah dengan gula”: awali dengan memberikan apresiasi, kemudian sampaikan saran, dan akhiri dengan dorongan atau semangat.
Jika kita disakiti oleh perkataan buruk orang lain, ingatlah bahwa itu merupakan proyeksi emosi mereka, bukan gambaran sebenarnya tentang diri kita.
Orang bijak berkata: “Perkataan memiliki kekuatan untuk menentukan hidup dan mati, karena itu jangan pernah menganggap remeh ucapan.”
Kurangi bicara, bicaralah dengan perlahan dan bijaksana, serta tahan lidah. Terkadang, diam dan tidak mengatakan apa-apa juga merupakan sebuah kebijaksanaan.
(Amsal 17:27–28)
