坤甸讯——预防毒品滥用不能只依靠执法。坤甸市副市长巴哈山(Bahasan)强调,家庭必须成为保护年轻一代远离毒品危害的第一道防线。
巴哈山于9月29日(星期二)在坤甸市副市长官邸礼堂主持毒品预防与打击宣传活动(P4GN)时作出上述表示。
他指出,和谐的家庭以及良好的沟通,可以成为保护孩子免受不良环境影响的重要屏障。
他说:“一个坚强、和谐且沟通良好的家庭,能够成为孩子抵御不良环境影响,包括毒品危害的第一道保护。”
巴哈山表示,毒品问题必须通过综合方式加以应对。执法工作必须与预防、社区赋权、家庭教育以及社会和宗教价值观建设同步推进。
他也呼吁家长不要只关注监督孩子,更要建立开放的沟通空间,让孩子能够安心分享自己所面对的问题。
他说:“让家庭成为开放的对话空间,让孩子感到安全,并能够获得良好的陪伴与引导。”
毒品问题扩大,必须强化合作
巴哈山认为,目前毒品问题已经扩大,不能单靠政府或执法机构解决。
政府、执法部门、家庭及社会各界必须加强合作,共同压缩毒品流通的空间。
他强调:“现在这个问题已经扩大。关键在于政府、执法部门和社会能否勇于合作,并拥有共同的目标,一起遏制毒品的流通。”
他同时鼓励社会为年轻人创造更多积极健康的活动,包括体育、社会公益、宗教、艺术以及各种创意活动,为年轻人营造更加健康的成长环境。
巴哈山也呼吁民众全面了解毒品问题,包括毒品种类、危害、法律处罚,以及评估和康复机制。
他说,预防工作也必须随着毒品种类及犯罪手法的变化不断调整,包括通过电子烟等形式包装或使用、具有潜在滥用风险的新型产品,也必须受到关注。
毒品危害可能摧毁整个家庭
巴哈山提醒,毒品带来的影响并不仅限于吸毒者本人。一旦家庭成员出现毒品依赖,整个家庭的和谐及经济状况都可能受到影响。
他说:“如果一个家庭成员已经成瘾,整个家庭都会受到影响。因此,预防远比事后处理更加重要。”
他也呼吁社区基层组织、社区妇女组织(PKK)干部、社会人士及各方力量共同参与,勇于推动社区拒绝毒品的行动。
巴哈山强调,P4GN宣传活动不能只是形式上的活动。参与者回到各自社区后,应继续传播毒品危害知识,并将预防行动真正落实到基层。
他最后表示:“这次宣传必须产生实际影响。活动结束后,希望大家继续宣传毒品危害,并带动各自社区共同采取行动。”
PONTIANAK – Pencegahan penyalahgunaan narkoba tidak cukup mengandalkan penegakan hukum. Wakil Wali Kota Pontianak Bahasan menegaskan keluarga harus menjadi benteng pertama dalam melindungi generasi muda dari bahaya narkoba.
Hal itu disampaikannya saat membuka Sosialisasi Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) di Aula Rumah Dinas Wakil Wali Kota Pontianak, Selasa (29/9/2026).
Menurut Bahasan, keluarga yang harmonis dan memiliki komunikasi terbuka dapat menjadi pelindung utama anak dari pengaruh negatif lingkungan.
«“Keluarga yang kuat, harmonis, dan memiliki komunikasi yang baik akan mampu menjadi pelindung pertama bagi anak-anak dari pengaruh negatif lingkungan, termasuk bahaya narkoba,” ujarnya.»
Bahasan mengatakan penanganan narkoba harus dilakukan secara terpadu. Penegakan hukum perlu berjalan bersama pencegahan, pemberdayaan masyarakat, penguatan keluarga serta nilai sosial dan agama.
Ia juga meminta orang tua tidak hanya mengawasi, tetapi membuka ruang dialog agar anak merasa aman untuk bercerita mengenai persoalan yang dihadapi.
«“Mari kita jadikan keluarga sebagai ruang dialog terbuka, tempat anak-anak merasa aman dan mendapatkan pendampingan yang baik,” katanya.»
Peredaran Meluas, Kolaborasi Diperkuat
Bahasan menilai persoalan narkoba kini semakin luas dan tidak dapat ditangani oleh pemerintah atau aparat penegak hukum saja.
Kolaborasi antara pemerintah, aparat, keluarga dan masyarakat dinilai penting untuk mempersempit ruang peredaran narkoba.
«“Sekarang persoalannya sudah meluas. Tinggal bagaimana pemerintah, aparat penegak hukum, dan masyarakat berani berkolaborasi serta memiliki niat yang sama untuk menekan peredarannya,” tegasnya.»
Ia mendorong masyarakat memperbanyak kegiatan positif bagi generasi muda, mulai dari olahraga, kegiatan sosial, keagamaan, seni hingga ruang kreativitas. Lingkungan yang sehat diharapkan dapat mengurangi peluang anak terpapar pergaulan berisiko.
Bahasan juga meminta masyarakat memahami narkoba secara menyeluruh, termasuk jenis, dampak, sanksi hukum, hingga mekanisme asesmen dan rehabilitasi.
Menurutnya, pencegahan juga harus mengikuti perkembangan modus dan jenis zat yang beredar, termasuk produk yang berpotensi disalahgunakan melalui rokok elektrik maupun bentuk lainnya.
Dampak Narkoba Hancurkan Keluarga
Bahasan mengingatkan, dampak narkoba tidak berhenti pada pengguna. Ketika satu anggota keluarga mengalami ketergantungan, dampaknya dapat merembet pada keharmonisan hingga ketahanan ekonomi seluruh keluarga.
«“Kalau ada satu anggota keluarga yang sudah kecanduan, seluruh keluarganya ikut merasakan dampaknya. Karena itu, pencegahan jauh lebih penting,” ujarnya.»
Ia juga mengajak RT, RW, kader PKK, tokoh masyarakat dan seluruh unsur lingkungan berani mengambil peran dalam gerakan pencegahan narkoba.
Bahasan menegaskan sosialisasi P4GN tidak boleh berhenti sebagai kegiatan seremonial. Peserta diharapkan membawa pesan pencegahan tersebut ke lingkungan masing-masing dan mengubahnya menjadi gerakan nyata.
«“Sosialisasi ini harus berdampak. Setelah pulang, bapak ibu dan adik-adik harus ikut menyuarakan bahaya narkoba dan mengajak lingkungan untuk bergerak bersama,” pungkasnya.»







