Feature 特写

坤甸元宵舞龙巡游:斋月成为多元城市风貌的舞台

坤甸讯 —— 今年的元宵节(Cap Go Meh)祥龙灯光巡游显得格外特别。3月3日(星期二)晚,位于市中心的加查马达大街(Jalan Gajah Mada)在夜幕降临后并未立即喧闹起来。穆斯林市民首先完成了宵礼(Isya)与夜间特别礼拜(Tarawih)。随后,这条城市主干道才渐渐化为人潮汇聚的海洋,众人静候发光祥龙腾跃起舞。

作为元宵庆典的文化高潮,舞龙大巡游在礼拜结束后正式展开,一直持续至凌晨时分。在路灯与灯笼的映照下,49条发光祥龙在人群中央翻腾起舞。五彩灯饰勾勒出修长的龙身,其中最长的一条达118米,依然随着鼓点灵动摆动,气势磅礴。

现场气氛温馨而祥和。斋月正在进行,元宵节亦如期举行。两项不同宗教的重要时刻在同一空间交汇,却彼此尊重、互不冲突。来自不同族群与宗教背景的市民并肩而立,共同欣赏巡游表演。掌声、孩童的惊叹声,以及不时亮起的手机屏幕,共同记录下这一夜的动人画面。

坤甸市市长Edi Kamtono指出,这种共同参与的场景正体现了文化凝聚社会的力量。他表示,今年的元宵节庆典不仅仅是一项年度活动,更是彰显坤甸包容多元的重要象征。尤其今年农历新年与元宵庆典恰逢伊斯兰斋月,更具有特殊意义。

“这一庆典表明,文化能够团结社会各阶层民众。今年恰逢斋月,更释放出一个信号——坤甸是一座欢迎任何人前来创作与发展的城市。”他说。

他认为,农历新年与元宵节已成为展示坤甸多元面貌的重要文化磁场。元宵庆典的成功举办,证明坤甸能够在多民族、多文化的背景下维系社会和谐。

“所有表演活动都在相互尊重的前提下进行,尤其是在斋月期间。我们为一切能够促进经济与文化发展的活动提供空间。”他补充道。

若从市政府角度来看,此庆典象征社会和谐;从立法机构层面,则被视为具有战略价值的文化旅游资源。坤甸市议会主席Satarudin认为,舞龙巡游已逐渐发展为城市重要的文化旅游潜力。市民持续至深夜的热情参与,正是其吸引力的最佳证明。酒店客满,餐饮业兴旺,小型商户亦从中受益。

“当晚近五十条祥龙参与巡游,这是巨大的潜力,应持续发展为坤甸的旗舰旅游盛事。”他说。

在璀璨灯火背后,是筹备团队长时间的努力与协调。元宵节庆委员会主席 Hendri Pangestu 表示,祥龙灯光巡游不仅是一场视觉盛宴,更是对华族传统文化的传承。相关筹备工作早已展开,并与地方政府及安全部门密切配合,以确保活动顺利举行。

“我们感恩活动秩序井然、顺利完成。民众的热情令人振奋,也激励我们未来呈现更完善的庆典。”他说。

然而,在盛典与经济效益之外,对于华人社会而言,龙(Liong)所承载的意义远不止于表演道具。

西加里曼丹华族传统文化理事会(MABT)文化事务负责人 Dji Sye Lim 表示,龙是中华文化体系中地位最崇高的象征。

“龙(lung 或 liong)是神圣的神话动物,象征吉祥与富足。华人甚至自称为‘龙的传人’。”他说。

他指出,龙的传说可追溯至约五千年前的中国早期文明时期。当时,人们在玉石上雕刻龙形图案,将其奉为神圣象征。在农耕社会中,龙与水和雨密切相关,而水与雨正是决定收成丰歉的关键因素。

因此,向龙祈祷,本质上是祈求风调雨顺——雨水适时而至,不多不少。传统中有“风调雨顺”之说,寓意自然与人间秩序的和谐。

“龙象征水,水孕育生命。因此龙被视为带来繁荣与富足的象征。”Sye Lim 解释道。

这一象征也体现在古老庙宇的建筑装饰上。屋檐两端常可见龙鱼造型装饰,不仅寓意吉祥,也象征以水克火,护佑建筑平安。

除了龙之外,还有舞狮(Barongsai)。若龙象征水与富足,舞狮则代表力量与威严,被视为驱邪避凶的象征。二者在节庆中同时出现,寄托着守护与希望。

当晚的人群中,34岁的市民Rosa与两名孩子站在人群里。她戴着浅色头巾,小儿子不断指向闪耀的龙灯。

“我们做完Tarawih礼拜就直接过来,为了早点占位。孩子们一直期待这个时刻。能够一起观看,秩序良好、彼此尊重,让人很开心。”她说。

来自 Sungai Jawi 的29岁市民 Fikri 也表达了类似感受。

“坤甸就是这样。斋月照常进行,元宵也照常庆祝,大家都能共享。这让这座城市显得格外平和。”他说。

巡游持续至深夜。鼓声渐急,最后几条祥龙完成路线。商贩开始收拾摊位,孩童在父母怀中渐渐入睡。

在同一条街道上,成千上万来自不同背景的人们并肩站立数小时。发光的祥龙固然耀眼,但这一夜更为明亮的,是彼此让渡空间、相互尊重的人心。

在坤甸,龙的腾跃不仅象征富足,更成为连接差异、缝合多元的桥梁,直至凌晨时分。

 

 

Parade naga Cap Go Meh di Pontianak: Ramadan jadi panggung wajah kota multikultural

Parade Naga Bersinar dalam rangkaian Festival Cap Go Meh tahun ini terasa istimewa. Selasa (3/3/2026) malam, Jalan Gajah Mada tak langsung riuh setelah senja. Warga muslim terlebih dahulu menunaikan shalat Isya dan Tarawih. Setelah itu, perlahan jalan protokol tersebut berubah menjadi lautan manusia. Menanti tarian naga-naga bersinar meliukkan tubuhnya.

Pawai budaya puncak Cap Go Meh dimulai usai tarawih dan berlangsung hingga dini hari. Di antara cahaya lampu jalan dan lampion, 49 naga bersinar meliuk di tengah kerumunan. Lampu warna-warni membingkai tubuh panjangnya. Naga terpanjang yang mencapai 118 meter, tetap bergerak lentur mengikuti irama tabuhan genderang.

Suasana terasa hangat. Ramadan berjalan, Cap Go Meh dirayakan. Dua momentum keagamaan berbeda hadir dalam ruang yang sama, tanpa saling meniadakan. Warga dari berbagai etnis dan agama berdiri berdampingan menyaksikan pawai. Tepuk tangan, sorak kagum anak-anak, dan ponsel yang sesekali menyala, mengabadikan momen.

Momentum kebersamaan inilah yang disoroti Wali Kota Pontianak, Edi Kamtono. Ia menilai perayaan Cap Go Meh tahun ini bukan sekadar agenda tahunan. Namun menjadi momentum dan penanda bahwa Pontianak adalah kota yang memberi ruang bagi keberagaman. Terlebih, perayaan Imlek dan Cap Go Meh tahun ini bersamaan dengan bulan suci Ramadan.

“Perayaan ini menunjukkan bahwa budaya mampu mempersatukan berbagai kalangan masyarakat. Apalagi tahun ini bertepatan dengan Ramadan, ini menjadi sinyal bahwa kota ini ramah bagi siapa pun yang ingin berkreasi dan berkarya,” ungkapnya.

Edi menilai, perayaan Imlek dan Cap Go Meh menjadi magnet budaya yang memperlihatkan wajah keberagaman Kota Pontianak di ruang publik. Penyelenggaraan Cap Go Meh menjadi bukti bahwa Pontianak mampu menjaga harmoni sosial di tengah keberagaman etnis dan budaya.

“Atraksi disesuaikan dengan kondisi saling menghormati agama lain, khususnya bulan suci Ramadan. Kita memberi ruang bagi semua kegiatan yang berdampak pada ekonomi dan budaya,” tuturnya.

Jika dari sisi pemerintah kota perayaan ini dibaca sebagai simbol harmoni, dari sisi legislatif ia juga dipandang sebagai peluang strategis. Ketua DPRD Kota Pontianak, melihat parade naga sebagai potensi wisata budaya yang kian kuat. Antusiasme warga yang memadati jalan hingga dini hari menjadi bukti daya tariknya. Hotel penuh, kuliner ramai, pelaku usaha kecil ikut merasakan dampaknya.

“Terlihat hampir lima puluh naga berpartisipasi pada malam ini. Ini potensi besar yang harus terus kita kembangkan sebagai event wisata unggulan Kota Pontianak,” sebutnya.

Di balik gemerlap itu, kerja panjang panitia menjadi pondasi utama. Ketua Panitia Cap Go Meh, Hendri Pangestu menjelaskan pawai Naga Bersinar bukan hanya ajang pertunjukan, tetapi juga bentuk pelestarian budaya Tionghoa yang telah berakar dan tumbuh bersama masyarakat Pontianak sejak lama. Persiapan kegiatan ini telah dilakukan jauh hari, termasuk koordinasi dengan pemerintah daerah dan aparat keamanan guna memastikan kelancaran acara.

“Kami bersyukur kegiatan berjalan tertib dan lancar. Antusiasme masyarakat luar biasa, ini menjadi penyemangat bagi kami untuk terus menghadirkan perayaan yang lebih baik ke depan,” ucapnya.

Namun di atas semua aspek seremonial dan dampak ekonomi itu, bagi masyarakat Tionghoa, naga atau liong memiliki makna yang jauh lebih dalam.

Dji Sye Lim, tokoh Majelis Adat Budaya Tionghoa (MABT) Kalbar yang membidangi adat dan budaya, menjelaskan bahwa naga adalah simbol tertinggi dalam khazanah budaya Tionghoa.

“Naga atau lung atau liong adalah hewan mitologi suci. Ia simbol kebaikan dan kemakmuran. Orang Tionghoa bahkan menyebut diri sebagai keturunan naga,” ujarnya.

Menurutnya, legenda naga sudah ada sekitar lima ribu tahun lalu pada masa kebudayaan awal di Tiongkok. Saat itu, naga diukir di batu giok berbentuk menyerupai huruf tertentu dan dipuja sebagai makhluk suci. Dalam masyarakat agraris, naga identik dengan air dan hujan. Dua hal yang menentukan hidup mati hasil panen.

Karena itu, doa kepada naga pada dasarnya adalah doa agar hujan turun pada waktunya, tidak berlebihan dan tidak pula kurang. Dalam tradisi lama dikenal ungkapan Feng Xiayu yang artinya angin dan hujan yang datang sesuai musimnya.

“Naga adalah simbol air. Air membawa kehidupan. Maka naga dilambangkan sebagai pembawa kemakmuran,” jelas Sye Lim.

Simbol itu juga terlihat pada arsitektur klenteng-klenteng tua. Di ujung atap sering dipasang ornamen naga ikan. Selain menjadi simbol keberkahan, ia dipercaya melindungi bangunan dari kebakaran, air melawan api.

Selain naga, ada pula barongsai atau sai, lambang keperkasaan dan kewibawaan. Jika naga merepresentasikan kemakmuran dan unsur air, barongsai melambangkan kekuatan yang mengusir energi negatif. Keduanya hadir dalam perayaan sebagai simbol perlindungan dan harapan.

Di tengah keramaian malam itu, Rosa (34), warga Pontianak Selatan, berdiri bersama dua anaknya. Ia mengenakan kerudung pastel, sementara anak bungsunya tak henti menunjuk naga yang menyala-nyala.

“Kami habis tarawih langsung ke sini. Biar dapat tempat. Anak-anak memang tunggu momen ini. Rasanya senang bisa nonton bareng, suasananya tertib dan saling menghargai,” katanya.

Hal serupa diungkapkan Fikri (29), warga Sungai Jawi. Ia datang bersama teman-temannya.

“Pontianak memang begini. Ramadan jalan, Cap Go Meh juga jalan. Semua bisa menikmati. Ini yang bikin kota ini terasa damai,” ujarnya.

Parade terus bergerak perlahan hingga tengah malam. Tabuhan semakin cepat, naga-naga terakhir menyelesaikan rutenya. Beberapa pedagang mulai merapikan lapak, anak-anak terkantuk di pelukan orang tuanya.

Di atas jalan yang sama, ribuan orang dari latar belakang berbeda telah berdiri bersama selama berjam-jam. Naga bersinar memang menjadi pusat perhatian, tetapi malam itu yang lebih terang adalah wajah-wajah warga yang saling memberi ruang.

Di Pontianak, liukan naga tak hanya menjadi simbol kemakmuran. Ia juga menjelma menjadi jembatan perajut harmoni di antara perbedaan, hingga dini hari.

 

 

Berita 新闻

01

社会福利潜力与资源成为社会问题处理的前沿力量

02

坤甸元宵舞龙巡游:斋月成为多元城市风貌的舞台

03

森林与土地火灾7,2公顷发生于 Kubu Raya,警方已设置警戒线并展开调查

04

政府与Pertamina联合检查:坤甸加油站燃油计量符合规定

05

坤甸市场平价干预:居民购买低价生活必需品,自带环保购物袋

Feature 特写

Tidak ada artikel yang ditemukan

Kabar Bahagia 喜讯





Kata warga 民声