库布拉雅 – 警方迅速行动,扑灭森林与土地火灾(karhutla)火点,并在位于 Sungai Raya Dalam 村 Punggur Kecil 区 RBK Raya 小巷的区域设置警戒线(警戒带),时间为2025年3月1日(星期日)中午。
此举是在该地区约7.2公顷土地发生火灾后采取的紧急措施。位于住宅区的 RBK Raya 小巷现已设置警戒线,以保持现场原状并保障调查工作顺利进行。
行动由Kubu Raya警察局长 Kadek Ary Mahardika 亲自指挥,出席人员包括:Kubu RayaBPBD(地区防灾机构)负责人 Haryanto、刑侦单位负责人 IPTU Nunut Simanjuntak、刑事技术单位 IPDA M. Ilham Akbar、Sungai Kakap 区长 Junaidi、刑侦人员、第四行动组警员,以及社会消防组织成员。
Kubu Raya警察局长 AKBP Kadek Ary Mahardika 强调,设置警戒线旨在保护现场原状并确保调查工作顺利进行。
“我们设置警戒线是为了保持现场原状。这对于防止证据被移动或破坏非常重要,有助于调查与侦查工作的顺利开展。”局长在现场表示。
局长同时指出,目前火灾原因仍在调查中。但他明确表示,如果发现存在人为故意纵火,将依法严肃处理,绝不姑息。
“对于故意引发森林与土地火灾的行为,我们零容忍。此类行为对公众健康、生态环境以及经济活动都会造成严重影响。”他说。
他还呼吁民众积极提供线索,如发现疑似人为纵火情况,应及时举报。
“我们欢迎社会各界提供信息与线索。如发现可疑的故意纵火行为,请立即报告。这是为了共同利益。”局长补充道。
除了执法工作,Kubu Raya警方通过治安组负责人 Aiptu Ade 呼吁农民与土地所有者加强防火管理,并避免在干旱季节以焚烧方式开垦土地。
“当前正值干旱季节,火势极易蔓延且难以控制。请勿使用焚烧方式开垦土地,以免引发更大范围的火灾。”Ade 于2026年3月3日表示。
Kubu RayaBPBD负责人 Haryanto 对警方及相关单位的快速灭火行动表示肯定。
“我们与警方及其他单位密切合作,确保火势不会扩大。防灾与执法应同步推进,才能减少类似事件再次发生。”他说。
与此同时,Sungai Kakap 区长 Junaidi 呼吁当地居民增强环保意识,避免焚烧土地。
“我们将持续开展宣传教育,提醒居民不要以焚烧方式开垦土地。这不仅影响环境,也可能危及居民健康与安全。”他说。
截至目前,该约7.2公顷土地火灾的具体原因仍由Kubu Raya警方刑侦部门持续调查。被设置警戒线的区域坐标为 -0.119530, 109.329430,位于 Punggur Kecil 村。
Kubu Raya警方重申,将严厉打击故意焚烧森林与土地的行为,并呼吁社会各界共同保护当地生态环境,防范森林与土地火灾风险。(*)
Karhutla 7,2 Hektare di Kubu Raya, Polisi Pasang Police Line dan Lakukan Penyelidikan
KUBU RAYA – Jajaran Polres Kubu Raya bergerak cepat memadamkan titik api kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sekaligus memasang garis polisi (police line) di kawasan Gg. RBK Raya, Jalan Sungai Raya Dalam, Desa Punggur Kecil, Kecamatan Sungai Kakap, Kabupaten Kubu Raya pada Minggu (1/3/2025) siang.
Langkah tegas ini dilakukan setelah lahan seluas kurang lebih 7,2 hektare dilaporkan terbakar di wilayah tersebut. Lokasi yang berada di kawasan perumahan Gg. RBK Raya Serdan itu kini telah dipasangi police line guna menjaga status quo dan kepentingan penyelidikan.
Kegiatan tersebut dipimpin langsung Kapolres Kubu Raya, Kadek Ary Mahardika, serta dihadiri Kepala BPBD Kubu Raya Haryanto, Kasat Reskrim Polres Kubu Raya IPTU Nunut Simanjuntak, Kanit Tipiter Satreskrim IPDA M. Ilham Akbar, Camat Sungai Kakap Junaidi, personel Satreskrim, personel On Call Regu 4 Polres Kubu Raya, serta unsur pemadam kebakaran swasta.
Kapolres Kubu Raya AKBP Kadek Ary Mahardika menegaskan, pemasangan police line dilakukan untuk menjaga keutuhan tempat kejadian perkara (TKP) sekaligus memastikan proses penyelidikan berjalan optimal.
“Kami melakukan pemasangan police line untuk menjaga status quo. Hal ini penting agar barang bukti di lapangan tidak beralih atau rusak, sehingga memudahkan anggota dalam proses penyelidikan dan penyidikan,” tegas Kapolres di lokasi kejadian.
Kapolres juga menekankan bahwa penyebab kebakaran masih dalam tahap penyelidikan (lidik). Namun, pihaknya memastikan tidak akan mentolerir apabila ditemukan unsur kesengajaan.
“Tidak ada toleransi sedikit pun terhadap pelaku yang dengan sengaja menyebabkan karhutla. Dampaknya sangat luas bagi masyarakat, baik dari sisi kesehatan, lingkungan, maupun aktivitas ekonomi,” ujarnya.
Kapolres juga meminta masyarakat untuk proaktif memberikan informasi apabila mengetahui adanya indikasi pembakaran lahan secara sengaja.
“Kami mohon informasi dan masukan dari masyarakat. Apabila ada dugaan pembakaran lahan secara sengaja, segera laporkan. Ini demi kepentingan bersama,” tambahnya.
Selain penegakan hukum, Kapolres Kubu Raya melalui Kasusbsi Penmas Aiptu Ade mengimbau para pemilik lahan dan petani agar meningkatkan pengawasan selama musim kemarau serta tidak membuka lahan dengan cara membakar.
“Situasi musim kering seperti saat ini sangat rawan. Jangan memanfaatkan kondisi tersebut untuk membuka lahan baru dengan cara dibakar karena api bisa cepat meluas dan sulit dikendalikan,” tegas Ade, Selasa (3/3/2026).
Kepala BPBD Kubu Raya, Haryanto, menyampaikan apresiasinya terhadap langkah cepat aparat kepolisian dan seluruh unsur yang terlibat dalam pemadaman.
“Kami berkolaborasi bersama Polres dan unsur lainnya untuk memastikan api tidak meluas. Pencegahan dan penegakan hukum harus berjalan seiring agar kejadian serupa tidak terulang,” ujarnya.
Sementara itu, Camat Sungai Kakap Junaidi mengimbau masyarakat di wilayahnya untuk lebih peduli terhadap lingkungan dan tidak melakukan pembakaran lahan.
“Kami akan terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar. Dampaknya bukan hanya bagi lingkungan, tetapi juga bagi kesehatan dan keselamatan warga,” katanya.
Hingga saat ini, dugaan penyebab kebakaran lahan seluas ±7,2 hektare tersebut masih dalam proses penyelidikan oleh Satreskrim Polres Kubu Raya. Area yang telah dipasangi police line berada di titik koordinat -0.119530, 109.329430 di wilayah Desa Punggur Kecil, Kecamatan Sungai Kakap.
Polres Kubu Raya menegaskan komitmennya untuk menindak tegas setiap pelaku pembakaran hutan dan lahan serta mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga wilayah Kubu Raya dari ancaman karhutla. (Rilis)
