坤甸讯 —— 坤甸市政府联合印尼国家石油公司旗下子公司 Pertamina Patra Niaga 以及印尼贸易部,于3月2日(星期一)在Paris 2加油站开展例行监督检查,以确保燃油计量准确并保障消费者权益。检测结果显示,所发放的燃油容量符合允许误差范围。
坤甸市政府秘书长 Amirullah 表示,本次检测使用20升标准量器进行测量。根据规定,允许的最大误差为0.5%,两次检测结果均低于该误差上限。
“这意味着消费者所购买的燃油数量与实际支付金额相符。从计量角度来看,市民权益是安全且受到保障的。”他说。
坤甸市政府秘书长 强调,此类监督检查通过相关部门协调定期开展,作为保护消费者权益的一种措施。若发现不符合规定的情况,政府将在依法依规调查原因后,按程序采取措施,包括发出警告信,直至在确认存在严重违规行为时吊销营业许可。
与此同时,西加里曼丹Fuel 1销售分公司经理 Irsan Firdaus Gasani 对地方政府开展监督表示欢迎。他认为,此类合作体现了Pertamina与地方政府之间的公开透明与协同合作,共同维护消费者权益。
“我们以开放态度看待此次监督检查。这恰恰体现了Pertamina与地方政府之间良好的合作关系,确保民众获得应有的权益。”他说。
Irsan 解释称,从内部管理角度来看,公司同样拥有完善的标准操作程序(SOP),对燃油计量及质量进行例行监督。此外,公司已推行数字化系统,对库存进行实时监控。
“每座加油站都设有监控室。燃油库存通过在线数字系统实时监测。一旦库存接近下限,系统将自动发出提醒,并立即从油库安排补给。”他说明道。
为确保开斋节(Idul Fitri)前后燃油供应顺畅,Pertamina Patra Niaga 已自2月27日起启动特别工作组(Satgas),并持续运作至节后第七天(H+7)。该工作组的任务是确保坤甸市所有加油站的燃油供应保持充足稳定。
“我们呼吁民众无需恐慌。愿主保佑,坤甸市所有加油站的燃油库存都将持续得到保障与供应。”Irsan 强调。
在政府综合监督与公司数字化监控系统的双重保障下,期望市民在加油时能够更加安心与放心,尤其是在开斋节前出行高峰来临之际。
Pemerintah dan Pertamina Pastikan Takaran BBM di Pontianak Sesuai Aturan
PONTIANAK – Pemerintah Kota Pontianak bersama Pertamina Patra Niaga dan Kementerian Perdagangan melakukan pengawasan rutin di SPBU Paris 2 guna memastikan ketepatan takaran dan perlindungan konsumen, Senin (2/3/2026). Hasil uji takar menunjukkan volume BBM yang disalurkan sesuai batas toleransi yang diizinkan.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Pontianak Amirullah menyampaikan bahwa pengujian dilakukan menggunakan bejana ukur 20 liter. Berdasarkan ketentuan batas kesalahan yang diizinkan sebesar 0,5 persen, hasil dua kali pengujian berada di bawah ambang batas tersebut.
“Artinya BBM yang diterima pelanggan sesuai dengan takaran yang dibayarkan. Dari sisi jumlah, masyarakat dapat dipastikan aman dan terlindungi,” ujarnya.
Sekda menegaskan pengawasan dilakukan secara rutin melalui koordinasi instansi terkait sebagai bentuk perlindungan konsumen. Jika ditemukan ketidaksesuaian, pemerintah akan menelusuri penyebabnya sebelum menjatuhkan sanksi sesuai prosedur, mulai dari surat peringatan hingga penutupan izin apabila terbukti ada pelanggaran serius.
Sementara itu, Sales Branch Manager Kalbar Fuel 1 Pertamina Patra Niaga, Irsan Firdaus Gasani, menyambut baik pengawasan yang dilakukan pemerintah daerah. Menurutnya, kolaborasi tersebut menunjukkan keterbukaan dan sinergi antara Pertamina dan pemerintah dalam menjaga hak konsumen.
“Kami menanggapi pengawasan ini dengan terbuka. Justru ini menunjukkan kolaborasi yang baik antara Pertamina dan pemerintah daerah untuk memastikan masyarakat menerima yang seharusnya mereka terima,” katanya.
Irsan menjelaskan, dari sisi internal, Pertamina juga memiliki standar operasional prosedur (SOP) pengawasan rutin, baik terhadap takaran maupun kualitas BBM. Selain itu, sistem digitalisasi telah diterapkan untuk memantau stok secara real time.
“Di setiap SPBU ada ruang monitoring. Stok BBM dipantau secara online dan terdigitalisasi. Jika ada stok yang mulai menipis, sistem langsung memberikan notifikasi dan segera dilakukan pengiriman dari depot,” jelasnya.
Untuk memastikan kelancaran distribusi menjelang dan setelah Hari Raya Idul Fitri, Pertamina Patra Niaga telah mengaktifkan Satuan Tugas (Satgas) sejak 27 Februari hingga H+7 lebaran. Satgas ini bertugas memastikan ketersediaan BBM di seluruh SPBU Kota Pontianak tetap aman.
“Kami mengimbau masyarakat tidak perlu panik. Insya Allah stok BBM di seluruh SPBU Kota Pontianak akan selalu terjaga dan tersedia,” tegas Irsan.
Dengan pengawasan terpadu dari pemerintah dan sistem monitoring digital dari Pertamina, diharapkan masyarakat dapat merasa aman dan nyaman saat melakukan pengisian BBM, terutama dalam menghadapi lonjakan mobilitas menjelang Hari Raya.
