坤甸讯——旱季来临之际,西加里曼丹坤甸市面临原水供应压力。加里曼丹的卡江河(Sungai Kapuas)盐度目前已超过每升5000毫克,迫使坤甸市政府加快启用位于古布拉亚县(Kubu Raya)Kuala Mandor B地区的Penepat水库,作为备用原水来源。
坤甸市长埃迪坎多诺/Edi Rusdi Kamtono于8月27日(星期四)视察Penepat水库时表示,目前加里曼丹河的盐度已远超过饮用水处理所需标准。
我们目前面临的主要问题就是原水供应。Edi
说。
Penepat水库通过一条约30公里长的输水管道连接至Imam Bonjol水处理设施,原规划输水能力可达到每秒1000升。
然而,由于相关基础设施仍在维修,目前实际输送至坤甸的水量仅约每秒200升,远低于设计能力。
加里曼丹第一流域河流管理中心(Balai Wilayah Sungai Kalimantan I)代表Novizar Ardiyansyah表示,目前管道连接能力约为每秒500升,两条管道仍在等待从雅加达运来的维修材料。
近期将完成维修。Novizar说。
Penepat水库的进水口和出水口目前正由卡江Kapuas流域河流管理中心(Balai Wilayah Sungai Kapuas)利用国家预算进行维修,项目预算约为166亿印尼盾。
坤甸市目前每天的净水生产需求相当于每秒约2000升,水源来自Imam Bonjol、Nipah Kuning、Selat Panjang和Parit Mayor四个取水口。目前自来水服务覆盖率已达到约90.6%,因此原水供应一旦受到影响,可能波及大范围居民。
Edi要求加快Penepat水库及输水管道的维修进度。他表示,从长期来看,市政府希望中央政府再增加一条直径800毫米的输水管道,以提高旱季及长期干旱期间的原水供应保障。
此外,市政府也考虑在Penepat河流域建设橡胶坝或其他水资源控制设施,以进一步稳定原水供应。
坤甸市议会将推动中央政府支持
坤甸市议会议长Satarudin表示,市议会将继续推动原水基础设施建设,并争取中央政府支持。
他说,市议会将与印尼国会第五委员会(Komisi V DPR RI)协调,推动加强Penepat水库相关基础设施建设。
Satarudin指出,原水供应属于战略性问题,不能单靠市政府解决,需要中央及省级政府共同参与。
这项工作一定会继续推进。我们将与坤甸市政府共同推动,让居民能够获得更加安全、稳定和可持续的清洁水供应。”他说。
市政府提供免费淡水
在基础设施维修完成前,坤甸市政府已启动应急措施。
坤甸Tirta Khatulistiwa饮用水公司将在多个地点提供免费淡水,包括公司总部及Perumnas III增压站。
居民可自带水桶或水箱取水,但仅供生活和饮用,不得用于商业销售。
与此同时,市政府也要求饮用水公司准备水罐车,为受影响较严重的地区免费配送淡水。
Edi强调,水罐车供应将优先满足居民的饮用水需求。
特别是饮用水,全部免费。Edi说。
PONTIANAK – Ancaman krisis air baku membayangi Kota Pontianak. Kadar garam Sungai Kapuas saat kemarau kini menembus lebih dari 5.000 miligram per liter, membuat pemerintah kota mengandalkan Waduk Penepat di Kuala Mandor B, Kabupaten Kubu Raya, sebagai sumber air baku cadangan.
Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mengatakan kondisi tersebut menjadi tantangan serius bagi pelayanan air bersih. Pasalnya, batas kadar garam untuk kebutuhan air minum harus berada di bawah 300 miligram per liter.
“Yang menjadi persoalan kita sekarang adalah air baku,” kata Edi saat meninjau Waduk Penepat, Kamis (27/8/2026).
Waduk Penepat sebenarnya memiliki potensi besar. Kapasitas sambungan menuju Instalasi Imam Bonjol dirancang mencapai 1.000 liter per detik melalui jaringan pipa sepanjang sekitar 30 kilometer.
Namun, pasokan saat ini jauh dari kapasitas ideal. Air yang dapat dipompa ke Pontianak baru sekitar 200 liter per detik karena sejumlah infrastruktur masih dalam perbaikan.
Perwakilan Balai Wilayah Sungai Kalimantan I, Novizar Ardiyansyah, menyebut kapasitas sambungan saat ini baru sekitar 500 liter per detik. Dua pipa masih menunggu material dari Jakarta untuk proses perbaikan.
“Dalam waktu dekat akan selesai,” ujarnya.
Perbaikan inlet dan outlet Waduk Penepat dilakukan Balai Wilayah Sungai Kapuas menggunakan APBN dengan anggaran sekitar Rp16,6 miliar.
Kebutuhan air bersih Pontianak sendiri mencapai sekitar 2.000 liter per detik dari empat intake, yakni Imam Bonjol, Nipah Kuning, Selat Panjang dan Parit Mayor. Dengan cakupan pelayanan yang telah mencapai sekitar 90,6 persen, gangguan sumber air baku berisiko berdampak luas terhadap masyarakat.
Edi meminta perbaikan Waduk Penepat dan jaringan pipa dipercepat. Untuk jangka panjang, Pemkot Pontianak juga mendorong penambahan satu jalur pipa berdiameter 800 milimeter agar pasokan air baku lebih aman saat kemarau panjang.
Selain itu, pemerintah membuka opsi pembangunan bendung karet atau infrastruktur pengendali air di kawasan Sungai Penepat.
DPRD Kawal ke Pemerintah Pusat
Ketua DPRD Kota Pontianak Satarudin memastikan pihaknya akan mengawal kebutuhan infrastruktur air baku ke pemerintah pusat. DPRD berencana berkoordinasi dengan Komisi V DPR RI agar dukungan anggaran dan pembangunan infrastruktur dapat diperkuat.
Menurut Satarudin, persoalan air baku tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah kota karena kewenangannya melibatkan pemerintah pusat dan provinsi.
“Ini pasti berlanjut. Kami akan kawal bersama Pemerintah Kota Pontianak agar penyediaan air bersih untuk masyarakat bisa lebih aman dan berkelanjutan,” katanya.
Air Tawar Gratis Disiapkan
Sambil menunggu perbaikan infrastruktur, Pemkot Pontianak menyiapkan langkah darurat. Perumda Air Minum Tirta Khatulistiwa menyediakan air tawar gratis di sejumlah titik, termasuk Kantor Perumda dan booster Perumnas III.
Warga dapat membawa galon atau wadah sendiri untuk mengambil air, khusus untuk kebutuhan konsumsi dan bukan untuk diperjualbelikan.
Pemkot juga memerintahkan Perumda menyiapkan mobil tangki untuk memasok air tawar gratis ke kawasan yang rawan terdampak.
“Khususnya untuk air minum. Gratis,” tegas Edi.
