坤甸讯—— 普渡孤魂仪式(Sembahyang Arwah Umum)在坤甸德教济心善社会所(Cahaya Inti Moral)举行,作为农历七月(孔子历/Kongzili)传统活动的一部分。该仪式旨在为无亲属或无人照料的亡灵祈福,并表达敬意。
普渡孤魂仪式每年农历七月举行一次,可安排在农历七月初一至三十期间进行,具体时间根据场所及主办方的准备情况而定。今年在德教会济心善社的仪式于农历七月初一、初二举行。
这一传统与祭祖扫墓有所不同。传统上,祭扫父母及祖先的墓地是在农历二月进行,主要是为了缅怀父母和祖先的恩德,并表达后辈的孝敬之心。
而普渡孤魂仪式的范围更广,除了向无亲属或无人照料的亡灵表达敬意和祈福,也体现了社会与各阶层面的关怀。
仪式过程中,佛教徒和儒教信众通常会使用香、金纸等祭祀用品,并准备各种供品。具体祭祀方式和用品则可根据不同传统及个人信仰进行调整。
农历七月期间,部分民众也会前往父母及祖先的墓地进行祭扫。在坤甸,祭祖扫墓通常集中在15天的时间内进行。
德教会举办的普渡孤魂仪式,是当地持续传承的传统之一,也提醒社会重视敬祖、关怀与团结等传统价值。
PONTIANAK – Sembahyang Arwah Umum digelar di Cahaya Inti Moral sebagai bagian dari tradisi bulan ketujuh penanggalan Imlek atau Kongzili. Kegiatan ini menjadi momentum untuk mendoakan dan memberikan penghormatan kepada arwah yang tidak lagi memiliki keluarga atau tidak terurus.
Sembahyang Arwah Umum dilaksanakan satu kali dalam setahun, tepatnya pada bulan ketujuh Imlek. Pelaksanaannya dapat dilakukan mulai hari pertama hingga hari ke-30, menyesuaikan kesiapan tempat dan penyelenggara. Di Cahaya Inti Moral, pelaksanaan sembahyang dilakukan pada hari pertama dan kedua.
Tradisi tersebut berbeda dengan sembahyang kubur atau ziarah makam orang tua dan leluhur. Ziarah makam secara tradisi dilakukan pada bulan kedua Imlek dan ditujukan khusus untuk menghormati serta mengenang jasa orang tua dan leluhur di makam masing-masing.
Sementara Sembahyang Arwah Umum memiliki cakupan yang lebih luas. Selain menjadi bentuk penghormatan dan doa bagi arwah yang tidak memiliki keluarga, kegiatan ini juga mencerminkan kepedulian sosial dan spiritual masyarakat.
Dalam pelaksanaannya, umat Buddha dan Konghucu umumnya menggunakan hio atau dupa, kertas persembahan, serta berbagai sajian makanan. Bentuk perlengkapan dan penghormatan dapat disesuaikan dengan tradisi serta keyakinan masing-masing.
Momentum bulan ketujuh Imlek juga dimanfaatkan sebagian warga untuk berziarah ke makam orang tua atau leluhur. Di Pontianak, kegiatan ziarah makam umumnya dilakukan secara lebih padat dalam rentang sekitar 15 hari.
Sembahyang Arwah Umum di Cahaya Inti Moral menjadi bagian dari tradisi yang terus dijalankan masyarakat, sekaligus mengingatkan pentingnya menjaga nilai penghormatan, kepedulian, dan kebersamaan dalam kehidupan sosial.
