坤甸讯——坤甸市政府与多家合作伙伴向2026年坤甸市国旗护卫队(Paskibraka)成员颁发表彰,感谢他们圆满完成印度尼西亚第81年独立日庆典期间的升旗和降旗任务。表彰活动于8月23日星期日在坤甸市中小微企业中心(UMKM Center)举行。
坤甸市市长埃迪Edi Rusdi Kamtono对全体国旗护卫队成员表示感谢,特别表扬来自坤甸第五职业高中(SMK 5 Pontianak)的Celine Olivia Apriani Theo。她获选担任总统府独立日升旗仪式上的国旗托盘手(pembawa baki),代表坤甸市和西加里曼丹省登上国家级舞台。
Edi表示,能够成为国旗护卫队成员并完成升降旗任务,是坤甸市的骄傲。他希望这段经历能够成为年轻人成长的重要财富,让他们继续保持纪律、责任感、团队精神和爱国情怀。
Celine表示,能够与来自印度尼西亚38个省份的国旗护卫队成员相识,让她感到非常自豪。在雅加达集中训练期间,她不仅接受体能训练,也学习了纪律、责任、勇气以及时间管理,更深刻认识到印度尼西亚的多元文化。
她也鼓励年轻人不要害怕追逐梦想,要相信自己的能力,并坚持不断努力。
与此同时,来自坤甸第四国立高中(SMA Negeri 4 Pontianak)的国旗护卫队成员Adrian Dimas Christoper Situmorang坦言,训练期间曾经历疲惫和思念父母的时刻。
然而,这些困难最终转化为坚持下去的动力,并帮助他锻炼了心理素质,最终顺利完成8月17日独立日的升旗和降旗任务。
他说:疲惫、劳累以及想早点回家的感觉逐渐消失,取而代之的是越来越强烈的斗志。
对这些国旗护卫队成员而言,独立日当天的任务虽然已经完成,但训练中培养的纪律、责任和爱国精神,将继续成为他们未来成长道路上的重要力量。
PONTIANAK – Pemerintah Kota Pontianak bersama sejumlah mitra memberikan apresiasi kepada Paskibraka Kota Pontianak 2026 yang sukses menjalankan tugas pada HUT ke-81 Kemerdekaan RI. Apresiasi disampaikan dalam ramah tamah di UMKM Center Kota Pontianak, Minggu (23/8/2026).
Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mengapresiasi seluruh anggota Paskibraka, khususnya Celine Olivia Apriani Theo dari SMK 5 Pontianak yang dipercaya menjadi pembawa baki pada upacara pengibaran Merah Putih di Istana Merdeka.
Edi menilai keberhasilan tersebut menjadi kebanggaan bagi Kota Pontianak dan Kalimantan Barat. Menurutnya, pengalaman Paskibraka harus menjadi bekal untuk terus menjaga disiplin, tanggung jawab, kekompakan, dan semangat cinta tanah air.
Celine mengaku bangga dapat bertemu dengan anggota Paskibraka dari 38 provinsi. Selama menjalani pemusatan latihan di Jakarta, ia mendapat pengalaman tentang disiplin, tanggung jawab, keberanian, serta keberagaman Indonesia.
Ia pun berpesan kepada generasi muda agar tidak takut bermimpi dan terus percaya pada kemampuan diri sendiri.
Sementara itu, anggota Paskibraka Kota Pontianak dari SMA Negeri 4 Pontianak, Adrian Dimas Christoper Situmorang, mengaku sempat menghadapi kelelahan dan kerinduan kepada keluarga selama menjalani latihan.
Namun, tantangan tersebut justru membentuk mental dan semangatnya hingga mampu menuntaskan tugas pengibaran dan penurunan bendera pada 17 Agustus.
“Perasaan letih, lelah, dan ingin cepat-cepat pulang mulai menghilang. Malahan berganti menjadi semangat yang menggebu-gebu,” ujarnya.
Bagi para anggota Paskibraka, tugas selama upacara telah selesai. Namun, nilai disiplin, tanggung jawab, dan semangat kebangsaan diharapkan terus mereka bawa dalam kehidupan sehari-hari.
