坤甸讯——西加里曼丹省坤甸码头(Pelabuhan Dwikora)近日查获5辆福索(Fuso)卡车,涉嫌运输非法香烟。
此次行动由第十二海军地区司令部(Kodaeral XII)快速反应小组于2026年9月12日凌晨展开。此前,该部门接获情报,称有一批疑似未贴有消费税标志(pita cukai)的香烟,从三宝垄丹戎艾玛斯港运往坤甸。
第十二海军地区司令(Laksda)TNI Sawa表示,相关情报于9月11日20时左右收到。这批货物由Dharma Kartika VII号轮船从三宝垄运往坤甸。
9月12日凌晨1时,第十二海军地区司令部快速反应小组在坤甸码头发现5辆装载香烟的卡车。随后,5辆卡车及司机被带往第十二海军地区司令部海军巡逻单位总部接受检查。Sawa说。
初步检查发现,其中4辆卡车装载香烟,另1辆未发现香烟。
执法人员共发现约2268.1万支香烟,涉及Esse、Win、Bheta、Helium、Trend及Gudang Cengkeh等多个品牌。
此外,现场还发现100万支Tabaco品牌香烟。该批香烟标注为出口用途,但据称未配有消费税标志。
目前,涉嫌未贴消费税标志香烟造成的国家损失仍在等待西加里曼丹海关与消费税部门(Bea Cukai)公务员调查员(PPNS)进一步计算。
Sawa表示,目前尚未确认这些香烟的真正货主。卡车司机及物流公司人员暂可作为证人。
目前第十二海军地区司令部只是查获了装载疑似非法香烟的卡车,物主的拥有者尚未确定。他说。
下一步,第十二海军地区司令部将与西加里曼丹海关与消费税部门协调,对全部货物进行重新清点。
清点工作将确认香烟总数量,并区分贴有消费税标志与未贴消费税标志的香烟。
完成清点后,相关证物将移交西加里曼丹海关与消费税部门公务员调查员,并将依法进行后续处理。
PONTIANAK – Lima truk Fuso yang diduga mengangkut rokok ilegal diamankan Komando Daerah Angkatan Laut (Kodaeral) XII di Pelabuhan Dwikora Pontianak, Kalimantan Barat.
Penindakan dilakukan Tim Quick Response Kodaeral XII pada Sabtu (12/9/2026), setelah menerima informasi adanya pengiriman rokok tanpa pita cukai dari Pelabuhan Tanjung Emas, Semarang, menuju Pontianak.
Komandan Kodaeral XII Laksda TNI Sawa mengatakan, informasi tersebut diterima pada Jumat (11/9/2026) sekitar pukul 20.00 WIB. Muatan diangkut menggunakan Kapal Dharma Kartika VII.
“Pada tanggal 12 September 2026 pukul 01.00 WIB, Tim Quick Response Kodaeral XII mendapatkan lima truk bermuatan rokok ilegal di Pelabuhan Dwikora Pontianak,” kata Sawa.
Kelima truk kemudian dibawa ke Mako Satrol Kodaeral XII untuk pemeriksaan. Hasil pemeriksaan awal menunjukkan empat truk membawa muatan rokok, sedangkan satu truk lainnya tidak ditemukan membawa rokok.
Petugas menemukan sekitar 22,681 juta batang rokok berbagai merek, di antaranya Esse, Win, Bheta, Helium, Trend, dan Gudang Cengkeh.
Selain itu, ditemukan 1 juta batang rokok merek Tabaco yang diperuntukkan untuk ekspor dan diduga tidak dilengkapi pita cukai.
Nilai kerugian negara masih dalam penghitungan PPNS Bea Cukai Kalimantan Barat.
Sawa menegaskan, hingga kini Kodaeral XII belum mengetahui pemilik muatan. Pengemudi dan jasa ekspedisi masih berstatus sebagai saksi.
“Kodaeral XII hanya mengamankan adanya truk bermuatan rokok yang diduga ilegal,” ujarnya.
Selanjutnya, Kodaeral XII berkoordinasi dengan PPNS Bea Cukai Kalimantan Barat untuk melakukan pencacahan ulang seluruh muatan. Rokok bercukai dan yang tidak dilengkapi pita cukai akan dipisahkan sebelum barang bukti diserahkan kepada Bea Cukai untuk proses hukum lebih lanjut.
