坤甸——坤甸市政府向670名低收入居民发放现金社会援助。这些居民此前尚未获得中央政府提供的社会援助项目,包括非现金食品援助(BPNT)和家庭希望计划(PKH)。
每名受助居民将获得60万印尼盾,款项通过加里曼丹银行(Bank Kalbar)直接转入各自账户。
此次援助采取分阶段象征性发放方式。其中,403名受助者来自坤甸市区(Pontianak Kota)分区,来自坤甸北区(Pontianak Utara)和坤甸东区(Pontianak Timur)的263名居民则计划于本周四接受象征性发放。
坤甸市长埃迪·鲁斯迪·坎多诺(Edi Rusdi Kamtono)表示,这项援助是市政府对尚未纳入中央政府援助项目的低收入居民给予关注的一项措施。
埃迪指出,现金援助是市政府缓解贫困问题的措施之一,同时政府还通过医疗、教育、住房、卫生设施、基础设施以及社区经济赋能等项目,满足居民的基本需求。
在医疗领域,坤甸市政府已拨款近800亿印尼盾,用于扩大国家医疗保险(BPJS Kesehatan)覆盖范围。目前,坤甸市全民医疗保障(UHC)覆盖率约为98.8%。
在教育方面,市政府表示,坤甸市公立学校实行免费教育。同时,政府还支持面向第一、第二和第三收入阶层家庭儿童的“人民学校”(Sekolah Rakyat)项目。该项目采用全寄宿制模式,涵盖小学至高中阶段,并承担学生的餐食、服装、鞋子和教材等基本需求。
对于住房和卫生设施条件较差的居民,政府也提供住房改造和厕所改造项目,居民可通过社区、分区政府或坤甸市政府提出申请。
埃迪呼吁受助居民合理使用这笔60万印尼盾的援助资金,可用于满足家庭基本需求,也可以存起来,为子女未来做好准备。
与此同时,埃迪提醒居民在旱季期间保持排水沟清洁并节约用水。他还提醒居民警惕因加里曼丹部分地区森林和土地火灾造成的烟霾,减少儿童户外活动;如出现急性呼吸道感染(ISPA)症状,应及时前往医疗机构接受检查。
排水沟是我们大家共同的。埃迪说。
坤甸670名低收入居民获60万印尼盾现金援助
坤甸——坤甸市政府向670名低收入居民发放现金社会援助。这些居民此前尚未获得中央政府提供的社会援助项目,包括非现金食品援助(BPNT)和家庭希望计划(PKH)。
每名受助居民将获得60万印尼盾,款项通过加里曼丹银行(Bank Kalbar)直接转入各自账户。
此次援助采取分阶段象征性发放方式。其中,403名受助者来自坤甸市区(Pontianak Kota)分区,来自坤甸北区(Pontianak Utara)和坤甸东区(Pontianak Timur)的263名居民则计划于本周四接受象征性发放。
坤甸市长埃迪·鲁斯迪·坎多诺(Edi Rusdi Kamtono)表示,这项援助是市政府对尚未纳入中央政府援助项目的低收入居民给予关注的一项措施。
埃迪指出,现金援助是市政府缓解贫困问题的措施之一,同时政府还通过医疗、教育、住房、卫生设施、基础设施以及社区经济赋能等项目,满足居民的基本需求。
在医疗领域,坤甸市政府已拨款近800亿印尼盾,用于扩大国家医疗保险(BPJS Kesehatan)覆盖范围。目前,坤甸市全民医疗保障(UHC)覆盖率约为98.8%。
在教育方面,市政府表示,坤甸市公立学校实行免费教育。同时,政府还支持面向第一、第二和第三收入阶层家庭儿童的“人民学校”(Sekolah Rakyat)项目。该项目采用全寄宿制模式,涵盖小学至高中阶段,并承担学生的餐食、服装、鞋子和教材等基本需求。
对于住房和卫生设施条件较差的居民,政府也提供住房改造和厕所改造项目,居民可通过社区、分区政府或坤甸市政府提出申请。
埃迪呼吁受助居民合理使用这笔60万印尼盾的援助资金,可用于满足家庭基本需求,也可以存起来,为子女未来做好准备。
与此同时,埃迪提醒居民在旱季期间保持排水沟清洁并节约用水。他还提醒居民警惕因加里曼丹部分地区森林和土地火灾造成的烟霾,减少儿童户外活动;如出现急性呼吸道感染(ISPA)症状,应及时前往医疗机构接受检查。
排水沟是我们大家共同的。埃迪说。
PONTIANAK – Pemerintah Kota Pontianak menyalurkan bantuan sosial tunai kepada 670 warga berpenghasilan rendah yang belum menerima bantuan dari pemerintah pusat, seperti Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) dan Program Keluarga Harapan (PKH).
Setiap penerima mendapat bantuan sebesar Rp600 ribu yang ditransfer langsung ke rekening masing-masing melalui Bank Kalbar.
Penyerahan simbolis dilakukan bertahap. Sebanyak 403 penerima berasal dari Kecamatan Pontianak Kota, sementara 263 penerima dari Kecamatan Pontianak Utara dan Pontianak Timur dijadwalkan menerima bantuan pada Kamis mendatang.
Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mengatakan bantuan tersebut merupakan bentuk perhatian pemerintah daerah kepada warga berpenghasilan rendah yang belum terakomodasi program bantuan pemerintah pusat.
Menurut Edi, bantuan tunai menjadi salah satu upaya pemerintah dalam menekan angka kemiskinan, bersama program pemenuhan kebutuhan dasar di bidang kesehatan, pendidikan, perumahan, sanitasi, infrastruktur, hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Di sektor kesehatan, Pemkot Pontianak mengalokasikan hampir Rp80 miliar untuk mendukung kepesertaan BPJS Kesehatan. Cakupan Universal Health Coverage (UHC) Kota Pontianak saat ini disebut mencapai sekitar 98,8 persen.
Sementara di bidang pendidikan, pemerintah daerah menyatakan sekolah negeri di Pontianak tidak memungut biaya. Pemkot juga mendukung program Sekolah Rakyat bagi anak-anak dari keluarga desil 1, 2, dan 3 dengan sistem full board dari jenjang SD hingga SMA.
Program bantuan perbaikan rumah dan fasilitas sanitasi juga disediakan bagi masyarakat yang membutuhkan melalui kelurahan, kecamatan, maupun pemerintah kota.
Edi meminta penerima menggunakan bantuan Rp600 ribu tersebut secara bijak untuk memenuhi kebutuhan keluarga maupun ditabung.
Di sisi lain, Edi mengingatkan masyarakat menjaga kebersihan parit dan menghemat penggunaan air di tengah musim kemarau. Ia juga meminta warga mewaspadai kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan dengan membatasi aktivitas anak-anak di luar rumah serta segera membawa mereka ke fasilitas kesehatan jika mengalami gejala ISPA.
“Parit itu milik kita bersama,” kata Edi.
