坤甸——五十年来,Panca Bhakti 消防基金会(YPK Panca Bhakti)不仅因消防车鸣笛奔赴火场而广为人知。在承担灭火任务之外,其志愿消防员还长期协助民众处理黄蜂窝、参与社会公益活动,并积极维护地方传统文化,成为坤甸城市发展中不可或缺的一部分。
值此成立50周年之际,YPK Panca Bhakti与基金会成员、捐助者、合作伙伴共同举办周年庆典,并邀请来自西加里曼丹各地近100支民间消防队参加活动。
YPK Panca Bhakti副总主席Hermawan Wongso表示,本次庆典不仅是联谊交流的平台,更是提升民间消防志愿者能力的重要契机。
庆祝活动还包括消防车巡游、无偿献血,以及围绕职业安全与民间消防救援标准举行的专题研讨会。
“我们希望向所有民间消防队分享消防安全知识,以及如何按照正确、安全、符合规范的方式开展灭火救援工作。”他说。
Hermawan表示,如今Panca Bhakti的服务范围不断扩大。除了扑救火灾外,志愿者也经常协助居民处理各种突发事件。
“有时候居民不知道应该向谁求助,例如发现黄蜂窝或遇到其他紧急情况,我们都会尽力提供帮助。”他说。
在文化领域,Panca Bhakti也是**坤甸元宵节(Cap Go Meh)**的重要推动者之一。基金会每年都会组织数百名成员进行舞龙表演,并在春节至元宵节期间,于消防站周边悬挂灯笼,打造市民和游客共同参与的文化旅游空间。
Hermawan希望,在迈入成立50周年这一重要里程碑后,Panca Bhakti能够持续发展,并将奉献精神传递给西加里曼丹所有民间消防组织。
消防志愿者
成为一名消防志愿者,并不是穿上制服就能立即投入灭火工作。在Panca Bhakti,每位成员都必须经过严格选拔和培训,才能正式参与现场救援。
YPK Panca Bhakti成立50周年庆典组委会主席Julius表示,目前基金会约有200名志愿者,其中大多数活跃于一线救援工作的成员都是年轻人,这也是组织推动代际传承的重要成果。
“最重要的并不是体能,而是奉献社会的精神。因为我们都是志愿者,没有薪资,完全是为了服务社会而付出。”他说。
申请加入者必须年满17岁,并依次完成预备成员、候补成员 等培训阶段,之后才能正式成为会员。
培训期间,学员将学习火灾特性、灭火技术、个人防护装备(APD)的正确使用,以及执行任务时的安全操作程序等内容。
“我们始终把自身安全放在首位。执行任务时,志愿者必须了解现场风险,并懂得如何先保护自己,才能更好地帮助他人。”Julius解释道。
基金会每年都会定期开放志愿者招募。有意加入的民众可前往基金会报名,参加后续甄选及基础培训。
迈入成立50周年后,培养年轻一代成为Panca Bhakti未来发展的重点之一。基金会希望有更多年轻人不仅拥有面对火海的勇气,更具备无私奉献、服务社会的责任感。
50 Tahun Panca Bhakti, Dari Memadamkan Api hingga Menjaga Harmoni Kota
KUNDIANDAILY.COM, PONTIANAK – Selama setengah abad terakhir, nama Yayasan Pemadam Kebakaran (YPK) Panca Bhakti tak hanya identik dengan sirene mobil pemadam yang melaju membelah jalanan Pontianak. Di balik tugas memadamkan api, para relawannya juga hadir membantu warga menangani sarang tawon, kegiatan sosial, hingga merawat tradisi budaya yang menjadi bagian dari wajah Kota Pontianak.
Memasuki usia emas ke-50, YPK Panca Bhakti merayakan hari jadinya bersama anggota, donatur, mitra kerja, serta mengundang hampir 100 kelompok pemadam kebakaran swasta dari berbagai daerah di Kalimantan Barat.
Wakil Ketua Umum YPK Panca Bhakti, Hermawan Wongso, mengatakan perayaan tersebut tidak sekadar menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga momentum memperkuat kapasitas para relawan pemadam.
Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan pawai kendaraan pemadam, donor darah, hingga simposium yang membahas keselamatan kerja dan standar penanganan kebakaran bagi relawan pemadam swasta.
“Kami ingin memberikan pengetahuan kepada seluruh pemadam kebakaran swasta mengenai keselamatan dan bagaimana menjadi pemadam yang baik, benar, dan sesuai aturan,” ujarnya.
Menurut Hermawan, kiprah Panca Bhakti kini semakin luas. Selain menangani kebakaran, relawan juga sering diminta membantu masyarakat mengatasi berbagai persoalan darurat lainnya.
“Kadang masyarakat bingung harus meminta bantuan ke mana. Misalnya ada sarang tawon atau kondisi darurat lainnya, kami juga berusaha membantu,” katanya.
Di bidang budaya, Panca Bhakti juga menjadi salah satu motor penggerak Festival Cap Go Meh Pontianak. Yayasan ini rutin menampilkan atraksi naga dengan ratusan anggota serta menghiasi kawasan posko dengan lampion selama perayaan Imlek hingga Cap Go Meh sebagai ruang wisata bagi masyarakat.
Hermawan berharap di usia emas ini, Panca Bhakti terus berkembang dan mampu menularkan semangat pengabdian kepada seluruh organisasi pemadam kebakaran swasta di Kalimantan Barat.
Relawan Damkar
Menjadi relawan pemadam kebakaran ternyata tidak semudah mengenakan seragam lalu turun ke lokasi kebakaran. Di Panca Bhakti, setiap anggota harus melewati proses seleksi dan pelatihan sebelum benar-benar diterjunkan ke lapangan.
Ketua Panitia HUT ke-50 YPK Panca Bhakti, Julius, mengatakan saat ini Panca Bhakti memiliki sekitar 200 relawan. Mayoritas petugas yang aktif turun ke lapangan berasal dari kalangan anak muda sebagai bagian dari regenerasi organisasi.
“Yang paling penting sebenarnya bukan fisik, tetapi jiwa sosial. Karena kami bekerja sebagai relawan, tidak digaji, dan benar-benar mengabdi untuk masyarakat,” ujarnya.
Calon anggota minimal berusia 17 tahun dan harus mengikuti tahapan pembinaan mulai dari bakal calon anggota (BCA), calon anggota (CA) hingga akhirnya resmi menjadi anggota.
Selama proses tersebut, mereka dibekali berbagai materi, mulai dari karakteristik api, teknik pemadaman, penggunaan alat pelindung diri (APD), hingga prosedur keselamatan saat bertugas.
“Kami mengutamakan keselamatan diri. Karena saat bertugas, relawan harus memahami risiko yang dihadapi dan bagaimana melindungi diri sendiri sebelum membantu orang lain,” jelas Julius.
Pendaftaran relawan dibuka secara berkala setiap tahun. Masyarakat yang ingin bergabung dapat mendaftarkan diri ke yayasan untuk mengikuti proses seleksi dan pendidikan dasar.
Di usia ke-50, regenerasi menjadi salah satu fokus utama Panca Bhakti. Harapannya, semakin banyak anak muda yang tidak hanya memiliki keberanian menghadapi kobaran api, tetapi juga memiliki kepedulian sosial untuk mengabdi kepada masyarakat tanpa mengharapkan imbalan.
