坤甸讯——坤甸市市长埃迪坎多诺/Edi Rusdi Kamtono表示,将进一步推广QRIS数字支付,以扩大当地数字经济生态圈,同时为中小微企业拓宽融资渠道。
Edi于2026年8月16日(星期日)在坤甸帝波尼哥罗/Diponegoro街举行的西加里曼丹QRIS周活动闭幕式后作出上述表示。
他指出,QRIS不仅是一种非现金支付工具,也是提升中小微企业金融素养和金融包容性的重要举措。
坤甸市政府已推出多项中小微企业数字化措施,包括QRIS推广宣传、数字财务记账培训,以及通过e-Ponti系统推动税费和地方规费数字支付。同时,市政府还持续开展监督评估,并与地方数字化加速工作组、银行及支付服务提供商展开合作。
政府数据显示,截至2025年,坤甸市QRIS商户数量达到186,753家,同比增长12.89%。过去五年间,QRIS商户数量平均每年增加28,154家。
数字支付也开始为地方财政收入提供支持。2025年,通过QRIS缴纳的地方规费达到4.933亿印尼盾,同期地方规费领域的地方本地收入(PAD)实现293.27亿印尼盾。
Edi认为,数字化支付有助于提升政府服务的透明度和问责机制,同时让公共服务更加便捷。
他说:越来越多的中小微企业进入数字支付体系,就意味着它们拥有更大的发展空间,经营活动也更加规范,并有机会获得融资支持。
他希望,西加里曼丹QRIS周能够成为进一步加强政府、印尼银行(Bank Indonesia)、银行业、支付服务提供商以及中小微企业之间合作的契机,推动坤甸数字经济更加普惠。
Edi表示:最终目标是让服务更加便捷、交易更加安全、中小微企业发展得更好,并进一步增强坤甸市经济实力。 (prokopim)
PONTIANAK – Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mendorong perluasan penggunaan QRIS untuk memperkuat ekosistem ekonomi digital sekaligus membuka akses pembiayaan bagi pelaku UMKM.
Hal itu disampaikan Edi seusai puncak Pekan QRIS Nasional Kalimantan Barat di Jalan Diponegoro, Pontianak, Minggu (16/8/2026).
Menurut Edi, QRIS bukan sekadar sarana pembayaran non-tunai, tetapi juga menjadi bagian dari upaya meningkatkan literasi dan inklusi keuangan pelaku usaha kecil.
Pemkot Pontianak telah menjalankan sejumlah program digitalisasi UMKM, mulai dari sosialisasi QRIS, pelatihan pencatatan keuangan digital, hingga pengembangan pembayaran pajak dan retribusi melalui e-Ponti. Pemkot juga melakukan monitoring dan evaluasi serta berkolaborasi dengan Satgas Percepatan Digitalisasi Daerah dan penyedia jasa sistem pembayaran.
Data Pemkot menunjukkan jumlah merchant QRIS di Pontianak mencapai 186.753 merchant pada 2025, tumbuh 12,89 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Dalam lima tahun terakhir, jumlah merchant bertambah rata-rata 28.154 per tahun.
Digitalisasi juga mulai berkontribusi terhadap penerimaan daerah. Pada 2025, pembayaran retribusi melalui QRIS mencapai Rp493,33 juta, sementara realisasi pendapatan asli daerah dari sektor retribusi tercatat Rp29,33 miliar.
Edi menilai penggunaan transaksi digital dapat meningkatkan transparansi dan akuntabilitas sekaligus mempermudah pelayanan pemerintah.
“Semakin banyak pelaku UMKM yang masuk ke sistem pembayaran digital, semakin besar peluang mereka untuk berkembang, tercatat, dan mendapat akses pembiayaan,” kata Edi.
Ia berharap Pekan QRIS Nasional menjadi momentum memperkuat kolaborasi pemerintah, Bank Indonesia, perbankan, penyedia jasa pembayaran, dan pelaku UMKM agar digitalisasi ekonomi Pontianak semakin inklusif.
“Tujuan akhirnya adalah pelayanan lebih mudah, transaksi lebih aman, UMKM semakin maju, dan ekonomi Kota Pontianak semakin kuat,” pungkasnya. (prokopim)
