坤甸——西加里曼丹省吉打邦县仍是全省热点数量最多的地区。根据印尼气象、气候与地球物理局(BMKG)截至2026年9月29日23时59分的数据,吉打邦共发现27个高可信度热点。

西加里曼丹省灾害管理局(BPBD)代理负责人Ridwan表示,全省目前共有36个高可信度热点。除吉打邦外,山口洋(Sintang)和桑高(Sanggau)各发现2个热点,兰达克(Landak)、塞卡道(Sekadau)、梅拉维(Melawi)和古布拉亚(Kubu Raya)各发现1个热点。

除了热点数量持续偏高,吉打邦的能见度也仍受到影响。周三凌晨5时左右,当地能见度仅约300米。

Ridwan表示:“今天凌晨5点,吉打邦的能见度约为300米,希望接下来能够有所改善。”

与此同时,西加里曼丹部分地区的能见度开始恢复。坤甸周二中午能见度超过5公里,周三上午则维持在2至5公里左右。古布拉亚在凌晨1时至4时期间,能见度甚至超过5公里。

在热点仍持续出现的情况下,BMKG预测周三西加里曼丹大部分地区有小雨至中雨的可能。由于云层生长条件较好,这也成为继续实施**人工影响天气作业(OMC)**的重要考量之一。

Ridwan表示:“如果BMKG的数据确认条件允许,那么今天我们仍将根据BMKG提供的数据继续实施人工影响天气作业。”

针对吉打邦的火灾处置行动也通过空中和地面力量进一步加强。两架巡逻直升机被派往吉打邦及其他地区开展监测;另外,两架驻扎在Supadio空军基地的空中洒水灭火直升机(waterbombing),重点负责吉打邦、北卡永县(Kayong Utara)、古布拉亚及周边地区的灭火工作。

地面行动则由各县市BPBD、Manggala Agni森林消防队、地方警察单位、环境与林业部门(DLHK)、印尼国民军(TNI)及国家警察(Polri)共同参与。

Ridwan再次提醒民众,严禁通过焚烧方式开垦或清理土地。根据BMKG数据,10月2日至6日预计将成为较容易发生森林及土地火灾的时期。

火情威胁尚未完全解除。吉打邦仍是重点防控区域,地面、空中以及人工影响天气行动持续加强,以遏制火势蔓延。

PONTIANAK – Kabupaten Ketapang masih menjadi daerah dengan titik panas terbanyak di Kalimantan Barat. Data BMKG hingga Selasa (29/9/2026) pukul 23.59 WIB mencatat 27 titik panas berkepercayaan tinggi di wilayah tersebut.

Plt Kepala BPBD Kalbar Ridwan mengatakan, total terdapat 36 titik panas berkepercayaan tinggi di Kalbar. Selain Ketapang, titik panas terpantau di Sintang dan Sanggau masing-masing dua titik, serta Landak, Sekadau, Melawi dan Kubu Raya masing-masing satu titik.

Tak hanya titik panas, kondisi jarak pandang di Ketapang juga masih terganggu. Pada Rabu sekitar pukul 05.00 WIB, jarak pandang tercatat hanya 300 meter.

“Untuk Kabupaten Ketapang, pukul 5 subuh tadi terlihat jarak pandang 300 meter. Mudah-mudahan selanjutnya mengalami perbaikan,” kata Ridwan.

Sementara itu, jarak pandang di sejumlah wilayah mulai membaik. Pontianak tercatat lebih dari lima kilometer pada Selasa siang, sedangkan Rabu pagi berada di kisaran 2–5 kilometer. Kubu Raya bahkan mencapai lebih dari lima kilometer pada dini hari.

Di tengah ancaman karhutla yang masih berlangsung, hampir seluruh wilayah Kalbar diprakirakan berpotensi diguyur hujan ringan hingga sedang. Kondisi pertumbuhan awan yang cukup baik juga menjadi pertimbangan untuk melanjutkan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC).

“Apabila data BMKG menyatakan bisa dilakukan, maka operasi OMC pada hari ini tetap kita laksanakan,” ujarnya.

Penanganan karhutla di Ketapang diperkuat melalui operasi udara dan darat. Dua helikopter patroli dikerahkan untuk pemantauan, sementara dua helikopter waterbombing yang berbasis di Lanud Supadio difokuskan ke Ketapang, Kayong Utara, Kubu Raya dan sekitarnya.

Di darat, penanganan melibatkan BPBD kabupaten/kota, Manggala Agni, Satpol PP, DLHK, TNI dan Polri.

Ridwan kembali mengingatkan masyarakat agar tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar. Terlebih, berdasarkan data BMKG, periode 2–6 Oktober diperkirakan menjadi masa dengan potensi kemudahan terjadinya karhutla.

Ancaman belum sepenuhnya reda. Ketapang masih menjadi titik perhatian utama, sementara operasi darat, udara dan modifikasi cuaca terus diperkuat untuk menekan penyebaran api.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *