坤甸SPALD-T正式开工 计划覆盖1.5万户
坤甸——坤甸市集中式生活污水管理系统(SPALD-T)建设工程正式进入施工阶段。该项目总投资需求约1.7万亿印尼盾,计划分阶段建设至2030年。
坤甸市市长埃迪坎多诺/Edi Rusdi Kamtono表示,SPALD-T主干管网将从Nipah Kuning Dalam延伸至Martapura,其中一级管道埋深约6至12米,随后连接二级、三级管道,并接入住宅、办公场所和商业设施。
生活污水将被收集并经过处理,转化为更加清洁的水。Edi于2026年8月19日在坤甸宜必思/IBIS酒店举行SPALD-T项目启动仪式后表示。
该系统目标为每天处理约2.4万立方米生活污水,并计划覆盖超过1.5万户住宅及其他用户接入点。
不过,项目施工面临一定的技术和社会挑战。坤甸当地土质松软且多为泥炭土,加上地下水位较高以及道路施工空间有限,可能对交通和居民日常活动造成影响。
Edi表示,工程主要在道路范围或道路用地范围内实施,因此不涉及土地征收。政府也已制定相关缓解措施,以降低施工对社会活动和交通造成的影响。
SPALD-T建成后将由Tirta Khatulistiwa地区供水公司(Perumda Tirta Khatulistiwa)负责管理,并设立专门的卫生设施管理部门。
印尼公共工程部卫生设施司代理司长Sandhi Eko Bramono表示,由于污水管网通常依靠重力自然流动且不采用压力输送,因此施工精度至关重要,尤其是管道坡度必须符合设计要求。
污水将分别在Nipah Kuning和Martapura两座生活污水处理厂进行处理。处理后的水必须达到环境质量标准后,才能排入河流。
Sandhi表示:污水处理将消除致病微生物,使其不再成为生物污染源,之后才能排入河流。
项目将分阶段施工,涉及坤甸多条主要道路及住宅区域。政府同时开通投诉和咨询渠道,民众可通过cisp03kotapontianak@gmail.com或工作时间拨打0821-877-9464反映施工期间遇到的问题。
PONTIANAK – Pembangunan Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik Terpusat (SPALD-T) Kota Pontianak resmi memasuki tahap konstruksi. Proyek senilai sekitar Rp1,7 triliun ini ditargetkan berlangsung bertahap hingga 2030.
Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mengatakan jaringan utama SPALD-T akan membentang dari Nipah Kuning Dalam hingga Martapura, dengan pipa primer ditanam pada kedalaman 6 hingga 12 meter. Jaringan tersebut kemudian terhubung dengan pipa sekunder dan tersier menuju rumah, kantor, serta tempat usaha.
“Air limbah rumah tangga disedot dan diolah menjadi air yang lebih bersih,” kata Edi usai kick-off pembangunan SPALD-T di Hotel Ibis Pontianak, Rabu (19/8/2026).
Sistem ini ditargetkan mampu mengolah hingga 24 ribu meter kubik air limbah per hari dengan cakupan lebih dari 15 ribu sambungan.
Namun, pembangunan menghadapi tantangan teknis dan sosial. Kondisi tanah Pontianak yang lembek dan bergambut, muka air tanah, serta keterbatasan ruang jalan berpotensi memicu kemacetan dan gangguan aktivitas masyarakat.
Edi memastikan pekerjaan dilakukan di badan jalan atau ruang milik jalan sehingga tidak memerlukan pembebasan lahan. Pemerintah juga menyiapkan langkah mitigasi untuk mengurangi dampak konstruksi.
Pengelolaan SPALD-T nantinya dilakukan Perumda Tirta Khatulistiwa melalui unit khusus bidang sanitasi.
Plt Direktur Sanitasi Kementerian Pekerjaan Umum Sandhi Eko Bramono mengatakan ketepatan konstruksi menjadi kunci karena jaringan air limbah bekerja tanpa tekanan dan mengandalkan gravitasi. Kemiringan pipa harus sesuai agar aliran berjalan optimal.
Air limbah akan diolah di dua instalasi, yakni Nipah Kuning dan Martapura. Hasil olahan wajib memenuhi baku mutu lingkungan sebelum dialirkan ke sungai.
“Pengolahan limbah akan membunuh mikroorganisme patogen, sehingga tidak lagi menjadi sumber pencemar biologis, baru kemudian dilepas ke sungai,” ujar Sandhi.
Pembangunan mencakup sejumlah ruas jalan utama dan kawasan permukiman. Pemerintah membuka layanan pengaduan melalui cisp03kotapontianak@gmail.com atau 0821-877-9464 pada jam kerja untuk menerima keluhan masyarakat selama proyek berlangsung.
