坤甸讯 —— 西加里曼丹省政府在独立日系列活动期间,向坤甸市政府颁发多项荣誉,表彰其在公共服务、儿童生长迟缓(Stunting)防治以及基层行政管理等方面取得的成绩。
此次获得的荣誉包括印度尼西亚行政与官僚改革部(Kementerian PANRB)颁发的2025年度公共服务指数(IPP)“卓越服务”A级;印度尼西亚监察专员办公室(Ombudsman RI)颁发的2025年度公共服务行政不当行为评估“高质量意见”;以及2025年度预防和加速降低儿童生长迟缓综合行动评估“良好”。
此外,双溪爪 依(Sungai Jawi)村行政区还获得2026年西加里曼丹省优秀村行政区评选第一名。
坤甸市长埃迪·鲁斯迪·坎多诺(Edi Rusdi Kamtono)表示,这些荣誉既是对市政府工作的肯定,也是推动政府持续提升公共服务质量的动力。
埃迪于8月18日表示:“这些荣誉当然值得我们珍惜,但更重要的是,这些成绩能否真正让民众受益。公共服务必须更加便捷、快速、透明和优质。
他指出,“卓越服务”不能仅停留在荣誉和评估成绩上,而应落实到日常服务中,包括工作人员的服务态度、办事流程的透明度、服务效率以及民众获取服务的便利程度。
他说:“卓越服务不仅仅是一个分数或称号,而是每天都必须坚持的承诺。民众必须真正感受到政府能够解决问题。
针对儿童生长迟缓防治工作,埃迪强调必须加强跨部门协作。这项工作不仅涉及医疗卫生,还包括营养、卫生设施、家庭教育、社会保障以及居住环境质量等多个方面。
他表示,获得“良好”评价并不意味着可以满足现状,政府仍需进一步加强基层和家庭层面的干预措施。
“我们追求的不是单纯获得荣誉,而是让坤甸的孩子健康成长、聪明成才,并拥有美好的未来。”他说。
埃迪同时向各政府部门、卫生工作人员、社区卫生服务中心(Posyandu)志愿者、区长、村长以及广大民众表示感谢,感谢各方共同推动公共服务和儿童生长迟缓防治工作。
他希望,这些荣誉能够成为进一步强化政府工作作风的动力,使公共服务更加积极响应民众需求、加强协作,并真正以民众能够直接感受到的成果作为衡量政府工作的标准。
PONTIANAK – Pemerintah Kota Pontianak meraih sejumlah penghargaan atas kinerja pelayanan publik, pencegahan stunting, dan pengembangan kelurahan dalam rangkaian peringatan Hari Kemerdekaan di Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat.
Penghargaan tersebut meliputi Indeks Pelayanan Publik (IPP) kategori Pelayanan Prima atau A Tahun 2025 dari Kementerian PANRB, Opini Kualitas Tinggi Tahun 2025 dari Ombudsman RI terkait penilaian maladministrasi pelayanan publik, serta penghargaan Aksi Konvergensi Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting Tahun 2025 dengan klasifikasi Baik.
Selain itu, Kelurahan Sungai Jawi meraih Juara I Lomba Kelurahan Berprestasi Tingkat Provinsi Kalimantan Barat 2026.
Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mengatakan, penghargaan tersebut merupakan bentuk apresiasi sekaligus pemacu bagi pemerintah daerah untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan.
“Penghargaan ini tentu kita syukuri, tetapi yang lebih penting adalah bagaimana capaian ini berdampak langsung kepada masyarakat. Pelayanan publik harus semakin mudah, cepat, transparan, dan berkualitas,” kata Edi, Selasa (18/8/2026).
Menurutnya, predikat pelayanan prima tidak boleh berhenti sebagai capaian administratif. Standar pelayanan harus tercermin dari keramahan petugas, kejelasan prosedur, kecepatan layanan, hingga kemudahan akses masyarakat.
“Pelayanan prima bukan hanya nilai atau predikat, tetapi komitmen setiap hari. Masyarakat harus merasakan bahwa pemerintah hadir memberi solusi,” tegasnya.
Untuk penanganan stunting, Edi menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor. Upaya tersebut tidak hanya berkaitan dengan kesehatan, tetapi juga mencakup gizi, sanitasi, pendidikan keluarga, perlindungan sosial, dan kualitas lingkungan.
Ia meminta capaian klasifikasi Baik dalam aksi konvergensi stunting tidak menjadi alasan untuk berpuas diri. Pemerintah, menurutnya, masih harus memperkuat intervensi di tingkat keluarga dan masyarakat.
“Yang kita kejar bukan sekadar penghargaan, tetapi anak-anak Pontianak tumbuh sehat, cerdas, dan memiliki masa depan yang baik,” ujarnya.
Edi mengapresiasi perangkat daerah, tenaga kesehatan, kader posyandu, camat, lurah, serta masyarakat yang turut mendukung capaian tersebut.
Ia berharap penghargaan itu menjadi momentum untuk memperkuat budaya kerja pemerintah yang lebih responsif, kolaboratif, dan berorientasi pada hasil yang dirasakan langsung masyarakat.
