(坤甸讯)源自西加里曼丹的超级红龙鱼(super red arowana)或俗称“silok”,再次吸引国际目光。在2026年5月24日星期日于Pontianak Convention Center(PCC)举行的APPS International Arowana Contest 2026活动上,西加里曼丹省长Ria Norsan承诺,将准备制定特别法规,以简化该高端观赏鱼出口海外的程序。
Norsan表示,西加里曼丹拥有其他地区所没有的优势,因为这里是超级红龙鱼的原生栖息地,并以最佳品质与鲜艳色泽闻名。
“到处都有龙鱼,但没有哪里的龙鱼像西加里曼丹这样漂亮,”他在闭幕国际龙鱼比赛时表示。
此次由西加里曼丹Asosiasi Penangkar dan Pedagang Silok(APPS)举办的赛事,角逐西加省长杯及坤甸市长杯。来自多个地区及国家的数百尾龙鱼参与这项享有盛誉的比赛。
Norsan认为,龙鱼比赛不仅仅是展示观赏鱼之美,也对地方经济带来巨大影响。据他说,获得国际奖项的龙鱼,通常会立即出现市场价值飙升的情况。
因此,西加省政府计划简化目前被认为程序繁琐且成本较高的出口官僚流程,以协助龙鱼养殖业者。
“如果可以简化,为什么还要复杂化,”他强调。
他指出,海外市场尤其是中国等亚洲国家,对西加超级红龙鱼的需求依然十分庞大。未来的新法规预计将为行政程序提供便利,同时加强对这项地方优质特色商品的保护。
随着出口程序更加便利,政府希望西加“silok”贸易持续成长,并进一步提升本地养殖业者的福祉。
活动尾声,Norsan也对APPS Kalbar以及所有支持International Arowana Contest 2026顺利举办的单位表达感谢。他希望此活动持续发展,并成为西加里曼丹代表性的国际品牌活动。

Pemenang APPS International Arowana Contest 2026 di Pontianak Convention Center (PCC), Minggu (24/5/2026)
Silok Kalbar Dilirik Dunia, Gubernur Siapkan Aturan Baru Permudah Ekspor
KUNDIANDAILY.COM, PONTIANAK – Ikan arwana super red atau silok asal Kalimantan Barat kembali mencuri perhatian dunia. Dalam ajang APPS International Arowana Contest 2026 di Pontianak Convention Center (PCC), Minggu (24/5/2026), Gubernur Kalbar Ria Norsan bahkan berjanji menyiapkan regulasi khusus untuk mempermudah ekspor ikan hias premium tersebut ke luar negeri.
Menurut Norsan, Kalbar memiliki keunggulan yang tidak dimiliki daerah lain karena menjadi habitat asli arwana super red yang dikenal memiliki kualitas dan warna terbaik.
“Di mana-mana memang ada arwana, tetapi tidak ada yang seindah di Kalimantan Barat,” ujarnya saat menutup kontes internasional tersebut.
Ajang yang digelar Asosiasi Penangkar dan Pedagang Silok (APPS) Kalbar itu memperebutkan Piala Gubernur Kalbar dan Piala Wali Kota Pontianak. Ratusan ikan arwana dari berbagai daerah dan negara ikut tampil dalam kompetisi bergengsi tersebut.
Norsan menilai kontes arwana bukan sekadar pamer keindahan ikan hias, tetapi juga berdampak besar terhadap ekonomi daerah. Menurutnya, arwana yang berhasil meraih prestasi internasional biasanya langsung mengalami lonjakan nilai jual.
Karena itu, Pemprov Kalbar berencana memangkas birokrasi ekspor yang selama ini dinilai cukup panjang dan mahal bagi para pembudidaya.
“Kalau bisa dipermudah, kenapa harus dipersulit,” tegasnya.
Ia menyebut pasar luar negeri, terutama negara-negara Asia seperti China, masih sangat besar untuk arwana super red asal Kalbar. Regulasi baru nantinya diharapkan memberi kemudahan administrasi sekaligus perlindungan bagi komoditas unggulan daerah tersebut.
Dengan kemudahan ekspor, pemerintah berharap perdagangan silok Kalbar semakin berkembang dan mampu meningkatkan kesejahteraan pembudidaya lokal.
Di akhir acara, Norsan juga mengapresiasi APPS Kalbar dan seluruh pihak yang mendukung terselenggaranya International Arowana Contest 2026. Ia berharap event ini terus berkembang dan menjadi agenda internasional andalan Kalimantan Barat.
