坤甸讯 —— 印尼肥胖病例持续上升,并已成为多种内分泌疾病的重要风险因素,尤其是 Diabetes Mellitus,其全国患病率约为 11%。
印尼内分泌学会(PERKENI)西加里曼丹分会主席 Amanda Trixie Hardigaloeh 表示,目前肥胖患病率已达到约 30%,且由于其对健康影响广泛,已被视为一种疾病。
“肥胖与高血压、高胆固醇、关节功能障碍、不孕症以及认知功能下降等问题密切相关,”Amanda 表示(2026年4月4日),该表述是在坤甸举行的 PERKENI 西加里曼丹分会就职仪式暨学术研讨会上发表。
Amanda 指出,预防肥胖需要从早期开始,通过均衡饮食和增加身体活动来实现,同时应避免久坐不动的生活方式,因为这将增加代谢性疾病风险。
PERKENI 西加里曼丹分会研究事务负责人 Izzudin Fathoni 表示,肥胖是多种严重疾病的重要诱因,包括心血管疾病、中风、高胆固醇问题以及如 Polycystic Ovary Syndrome(PCOS) 等生育相关疾病。
“必须改变认为体型肥胖等同健康的观念,早期筛查十分重要,以防止肥胖发展为更严重的并发症,”Izzudin Fathoni 表示。
PERKENI 西加里曼丹分会的成立预计将进一步加强当地内分泌疾病医疗服务能力。目前印尼全国内分泌专科顾问医生数量仍较为有限,约为 171 人。
Obesitas Meningkat, PERKENI Kalbar Dorong Perubahan Gaya Hidup
PONTIANAK – Kasus di Indonesia terus meningkat dan menjadi faktor risiko utama berbagai penyakit endokrin, terutama yang prevalensinya sekitar 11 persen secara nasional.
Ketua (PERKENI) Cabang Kalimantan Barat, dr. Amanda Trixie Hardigaloeh, mengatakan prevalensi obesitas kini mencapai sekitar 30 persen dan telah dikategorikan sebagai penyakit karena dampaknya yang luas terhadap kesehatan.
“Obesitas berkaitan dengan hipertensi, kolesterol tinggi, gangguan sendi, infertilitas hingga penurunan fungsi kognitif,” ujarnya dalam simposium yang dirangkaikan pelantikan PERKENI Kalbar di Pontianak, Sabtu (4/4/2026).
Amanda yang bertugas di menekankan pencegahan perlu dilakukan sejak dini melalui pola makan seimbang dan peningkatan aktivitas fisik. Ia mengingatkan gaya hidup sedentari harus dihindari karena memperbesar risiko penyakit metabolik.
Ketua Bidang Penelitian PERKENI Kalbar dr. Izzudin Fathoni menambahkan obesitas menjadi pintu masuk berbagai penyakit serius seperti penyakit kardiovaskular, stroke, gangguan kolesterol, hingga gangguan kesuburan seperti (PCOS).
Menurutnya, paradigma bahwa tubuh gemuk identik dengan sehat perlu diubah. “Deteksi dini penting agar obesitas tidak berkembang menjadi komplikasi,” ujarnya.
Keberadaan PERKENI Kalbar diharapkan memperkuat layanan kesehatan endokrin di daerah, mengingat jumlah dokter konsultan endokrin di Indonesia masih terbatas sekitar 171 orang.
