坤甸讯——在坤甸,有63名市民在数十年间累计献血超过100次,因此获得Palang Merah Indonesia坤甸市分会颁发的金质纪念章。这项荣誉象征着他们长期以来无私奉献,为拯救数以百计生命作出的重要贡献。
其中一名受表彰者是Zulfydar Zaidar。他自上世纪90年代在雅加达求学期间开始参与献血。当时生活条件有限,每月仅依靠父母寄来的40万印尼盾生活费,但他仍坚持参与公益行动,并从中体会到帮助他人并不一定需要依靠金钱。
“如果谈到持续不断的善行(amal jariyah),献血就是其中之一,”Zulfydar Zaidar 表示。
坤甸市红十字会主席兼坤甸市市长Edi Rusdi Kamtono表示,这些累计献血达100次的志愿者是真正的人道英雄。按累计计算,每位志愿者大约捐献约30公升血液,可帮助约100至200名患者维持生命。
目前坤甸市每日血液需求量仍然较高,约为100至150袋,而常规库存仅维持在70至100袋之间。数据显示,2025年全年共有21,644名献血者,其中86.3%属于自愿献血者,这些志愿者的持续参与成为医疗体系的重要支撑。
“我已经无法用言语表达对各位人道贡献的感激之情。除了祝愿大家身体健康,并获得应有的善报之外,真的无以为报,”Edi Rusdi Kamtono 表示。
当天颁发的金质纪念章不仅是一项荣誉,也象征着社会各界对长期坚持献血者所作贡献的高度肯定与感谢。
63 Warga Pontianak Donor Darah 100 Kali, Terima Pin Emas PMI sebagai Pahlawan Kemanusiaan
PONTIANAK — Bayangkan satu orang menyumbangkan darahnya lebih dari 100 kali selama puluhan tahun. Di Pontianak, ada 63 orang yang melakukannya. Mereka menerima pin emas dari Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Pontianak. Ini adalah sebuah simbol bahwa mereka telah membantu menyelamatkan ratusan nyawa tanpa pernah memilih siapa yang ditolong.
Salah satunya, Zulfydar Zaidar, yang mulai donor sejak masih mahasiswa di Jakarta pada 1990-an. Saat hidup serba terbatas dengan kiriman orang tua hanya Rp400 ribu per bulan, ia justru menemukan makna besar bahwa membantu orang tidak selalu harus dengan uang.
“Kalau bicara , amal jariyah, ini terus mengalir tanpa putus,” ucapnya yang juga salah seorang anggota DPRD Provinsi Kalbar.
Ketua PMI Kota Pontianak yang juga Wali Kota, Edi Rusdi Kamtono menyebut para pendonor 100 kali ini sebagai pahlawan kemanusiaan sesungguhnya. Secara akumulatif, satu orang pendonor bisa menyumbangkan sekitar 30 liter darah—cukup membantu 100 hingga 200 orang bertahan hidup.
Kebutuhan darah di Pontianak sendiri masih tinggi, mencapai 100 hingga 150 kantong per hari, sementara stok rutin baru sekitar 70 sampai 100 kantong. Sepanjang 2025, tercatat 21.644 pendonor, dengan 86,3 persen di antaranya pendonor sukarela. Artinya, setiap tetes darah dari para relawan benar-benar menjadi penopang harapan bagi banyak pasien.
Edi juga menyampaikan apresiasi mendalam kepada para pendonor yang telah berkontribusi bagi kemanusiaan.
“Saya tidak bisa lagi berkata-kata membalas Bapak-Ibu atas jasa kemanusiaan ini. Tidak ada kata-kata yang bisa diucapkan selain mudah-mudahan Bapak-Ibu diberikan kesehatan dan pahala yang setimpal,” ungkapnya.
Pin emas yang mereka terima hari itu bukan sekadar penghargaan. Itu adalah tanda terima kasih dari orang-orang yang hidupnya mungkin pernah terselamatkan. (Sumber: prokopim)
