出花园(Chut Hwe Hweng) 是一项拥有两千多年历史的中华传统习俗,于农历七月初七日举行,当孩子按生肖立法年满十五岁时,象征正式迈入成年阶段。
华人社会人士 Rudi Leonard/廖立智表示,出花园是孩子从少年迈向成熟的重要人生礼仪,承载着家族对下一代的祝福与期望。
仪式当天,家人会带着孩子前往 神明宫(Shen Ming) 拜天祭祖,并准备水果、红鸡蛋、发糕(Huat Kwe)等供品,其他祭品则依各家庭习俗而定。男孩身穿红色服饰,女孩则穿红色礼裙,寓意吉祥平安。
过去,出花园多在家门前面向天空祭拜;如今,这项传统大多移至庙宇举行,向 天公(Tian) 虔诚祈福。
祈愿内容包括:祝福孩子聪慧善良、孝顺父母与祖先、品德高尚、远离灾厄,并在人生道路上获得平安与指引。
祭拜结束后,孩子会享用红鸡蛋与甜茶,作为完成成年礼的重要仪式。
出花园不仅是一项传统礼俗,更象征着家人以真挚的祝福,陪伴孩子踏上成长与成年的新阶段。
Chut Hwe He merupakan tradisi Tionghoa kuno yang telah berlangsung selama lebih dari dua ribu tahun. Tradisi ini dilaksanakan pada bulan tujuh, hari ketujuh dalam penanggalan Imlek Khongzili, ketika anak memasuki usia 15 tahun berdasarkan kalender shio.
Menurut Rudi Leonard, tokoh masyarakat Tionghoa, tradisi ini menjadi momen penting bagi anak yang mulai beranjak remaja menuju kedewasaan.
Dalam pelaksanaannya, anak dibawa ke Kelenteng Shen Ming untuk bersembahyang dengan membawa perlengkapan seperti buah, telur merah, huat kwe, dan kebutuhan lainnya sesuai kehendak keluarga. Anak laki-laki mengenakan pakaian merah, sementara anak perempuan mengenakan gaun merah.
Dahulu, sembahyang dilakukan di depan rumah dengan menghadap langit. Kini, tradisi tersebut umumnya dilaksanakan di kelenteng dengan memanjatkan doa kepada Tian.
Doa dipanjatkan agar anak tumbuh menjadi pribadi yang cerdas, berbakti kepada orang tua dan leluhur, berbudi baik, terhindar dari malapetaka, serta diberikan keselamatan dan tuntunan dalam menjalani kehidupan.
Setelah sembahyang selesai, anak kemudian diberikan telur merah dan teh manis sebagai bagian dari tradisi.
Chut Hwe He bukan sekadar ritual, tetapi menjadi simbol doa dan harapan keluarga dalam mengiringi langkah anak menuju kedewasaan.
Transletkan ke bahasa Mandarin!
