坤甸讯——罗布罗布(Robo’-Robo’)传统节再次成为坤甸市民共聚交流的平台。社会各界人士、政府官员、宗教人士、执法人员以及普通民众围坐在同一张餐席旁,共同享用传统美食 Ketupat Colet,彼此之间没有社会身份的隔阂。
2026年坤甸市罗布罗布民俗活动于8月12日(星期三)在Banjar Serasan社区Tanjung Raya II路多功能礼堂举行。活动不仅包括共享Ketupat Colet,也通过集体祈祷表达感恩,并祈求平安、顺遂以及远离灾祸。
坤甸市市长埃迪坎多诺/Edi Rusdi Kamtono表示,罗布罗布传统具有深厚的宗教与社会意义。在当前旱季持续、土地火灾风险增加,以及海水入侵导致卡普阿斯河(卡江)水质下降的背景下,这一传统更加具有现实意义。
“罗布罗布也是民众共同向上天祈求平安的一种精神努力。Edi说。
他指出,这一传统也有助于加强伊斯兰兄弟情谊(Ukhuwah Islamiyah)和国家兄弟情谊(Ukhuwah Wathaniyah)。通过共同用餐和祈祷,民众之间的联系更加紧密,也进一步巩固了这个多元城市的团结。
Edi强调,传承罗布罗布传统也必须与维护环境卫生、社会秩序、遵守法规以及维护城市安全与和平相结合。今年的活动也与即将到来的印尼第81年独立日庆祝活动相呼应。
类似的罗布罗布活动也在坤甸北区Siantan Hulu社区的凤梨构(Parit Nanas)河畔公园举行。
坤甸市副市长巴哈山/Bahasan表示,罗布罗布不仅是一项需要传承的文化遗产,更是一种值得深入理解的传统。通过这一活动,民众共同祈祷、表达感恩,同时加强不同民族、宗教和社会背景居民之间的和谐关系。
我们要把差异转化为相互尊重的力量。Bahasan说。
他还表示,维护坤甸市的安全与和谐并不只是政府和执法部门的责任,也需要全体市民共同参与,包括关心公共空间、社区照明、教育以及帮助有需要的居民等。
在一张张摆满Ketupat Colet和各种传统菜肴的餐席旁,罗布罗布再次展现了坤甸这座城市的文化底蕴。
它不仅是一项年度传统,更成为连接祈祷、感恩、团结与社会关怀的重要纽带。
PONTIANAK – Tradisi Robo’-Robo’ kembali menjadi ruang kebersamaan warga Pontianak. Tokoh masyarakat, pejabat, ulama, aparat, hingga warga duduk bersisian menikmati ketupat colet dalam satu seprah, tanpa sekat sosial.
Pesta Rakyat Robo’-Robo’ Kota Pontianak 2026 digelar di Gedung Serbaguna Kelurahan Banjar Serasan, Jalan Tanjung Raya II, Rabu (12/8/2026). Tradisi ini tidak hanya diisi makan bersama, tetapi juga doa sebagai ungkapan syukur sekaligus ikhtiar memohon keselamatan dan perlindungan dari marabahaya.
Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mengatakan Robo’-Robo’ memiliki nilai religius dan sosial yang kuat. Momentum tersebut dinilai relevan di tengah ancaman kebakaran lahan serta penurunan kualitas air Sungai Kapuas akibat intrusi air laut.
“Robo’-Robo’ menjadi ikhtiar batin masyarakat untuk mengetuk langit bersama,” ujar Edi.
Menurutnya, tradisi tersebut juga memperkuat ukhuwah Islamiyah dan ukhuwah wathaniyah. Kebersamaan dalam makan dan doa dinilai mampu mempererat persatuan di tengah masyarakat Pontianak yang heterogen.
Edi menegaskan pelestarian Robo’-Robo’ harus berjalan seiring dengan kepedulian terhadap kebersihan, ketertiban, kepatuhan terhadap aturan, serta menjaga keamanan dan kedamaian kota, terlebih menjelang peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI.
Perayaan serupa juga berlangsung di Taman Teras Parit Nanas, Kelurahan Siantan Hulu, Kecamatan Pontianak Utara.
Wakil Wali Kota Pontianak Bahasan menyebut Robo’-Robo’ sebagai warisan budaya yang harus dirawat sekaligus dimaknai. Tradisi ini menjadi momentum bermunajat, bersyukur, dan memperkuat kerukunan masyarakat yang berbeda suku, agama, dan latar belakang.
“Perbedaan kita jadikan kekuatan untuk saling menghormati,” kata Bahasan.
Ia menambahkan, menjaga kondusivitas Pontianak bukan hanya tugas pemerintah dan aparat. Peran warga diperlukan, termasuk melalui kepedulian terhadap lingkungan, ruang publik, pendidikan, penerangan, hingga membantu warga yang membutuhkan.
Di tengah seprah dan hidangan ketupat colet, Robo’-Robo’ kembali menunjukkan bahwa tradisi bukan sekadar ritual tahunan. Ia menjadi ruang untuk memperkuat doa, persaudaraan, dan kepedulian sosial warga Pontianak.
