坤甸讯 —— Pontianak市被确定为2026年Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia加里曼丹区域第五委员会协调会议主办城市。该会议将于2026年5月22日至24日举行。目前,坤甸市政府表示活动筹备工作已完成约95%。
坤甸市秘书长Amirullah于周四(2026年4月23日)主持筹备协调会议时表示,包括时间安排、活动地点以及来自加里曼丹9个城市政府代表的参会情况等关键事项已基本落实。
“整体筹备工作已接近完成,目前约达到95%,接下来我们将集中精力做好具体执行工作,”他说。
他指出,坤甸市曾多次参与APEKSI协调会议,这些经验将成为本次承办会议的重要基础,以确保为各参会城市提供优质服务。
此外,筹备委员会也被要求加强与各参会城市沟通协调,确保各地市长能够尽可能亲自出席会议。
“作为东道主,这是我们的挑战,我们必须努力争取各城市领导亲自出席会议,”他说。
他认为,本次APEKSI加里曼丹区域协调会议是提升坤甸城市区域影响力的重要契机。因此,各筹备单位被要求充分利用剩余准备时间,确保会议顺利举行,并为参会城市留下良好印象。
Pontianak Siap Sambut 9 Kota pada Rakor APEKSI Kalimantan 2026
PONTIANAK — Kota Pontianak ditetapkan sebagai tuan rumah Rapat Koordinasi Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) Komisariat Wilayah V Regional Kalimantan 2026 yang akan digelar pada 22–24 Mei 2026. Menjelang pelaksanaan, Pemerintah Kota Pontianak memastikan kesiapan kegiatan telah mencapai sekitar 95 persen melalui rapat koordinasi panitia yang dipimpin Sekretaris Daerah Pontianak, Amirullah, Kamis (23/4/2026).
Amirullah mengatakan seluruh aspek utama kegiatan, mulai dari waktu, lokasi hingga peserta dari sembilan pemerintah kota se-Kalimantan telah dipastikan.
“Secara umum, persiapan sudah hampir final sekitar 95 persen. Sekarang kita fokus pada pelaksanaan,” ujarnya saat memimpin rapat di Ruang Rapat Wali Kota Pontianak.
Menurutnya, pengalaman Pontianak sebagai peserta Rakor APEKSI sebelumnya menjadi bekal penting untuk memberikan pelayanan terbaik sebagai tuan rumah. Ia menekankan bahwa kualitas penyelenggaraan akan menjadi perhatian daerah lain sehingga panitia diminta bekerja maksimal dan profesional.
Selain memastikan kesiapan teknis, panitia juga didorong aktif berkomunikasi dengan peserta agar kehadiran kepala daerah dapat berlangsung optimal.
“Ini tantangan kita sebagai tuan rumah. Bagaimana kita bisa meyakinkan para kepala daerah untuk hadir langsung,” tambahnya.
Ia menilai Rakor APEKSI Komwil V Kalimantan menjadi momentum strategis memperkuat citra Pontianak di tingkat regional. Karena itu, seluruh panitia diminta memanfaatkan waktu persiapan yang tersisa secara maksimal agar pelaksanaan kegiatan berjalan sukses dan meninggalkan kesan positif bagi kota-kota peserta.
