坤甸讯——值此2026年世界人口日(World Population Day)之际,印尼人口与家庭发展部(Kemendukbangga)/西加里曼丹代表处(BKKBN Kalimantan Barat)借此契机,向社会宣传人口发展及人口红利相关议题。相关宣传通过在坤甸大清真寺(Masjid Raya Mujahidin)广场无车日(Car Free Day,CFD)举行的**“街头人口访谈”(Talkshow Kependudukan On The Street)**活动进行,活动于2026年7月12日(星期日)举行
本次活动以**“实现青年人的希望与梦想:今天与未来——西加里曼丹人口红利六周年:让希望化为行动”(Realizing Young People’s Hopes and Aspirations: Today and for the Future, Enam Tahun Bonus Demografi Kalimantan Barat: Saatnya Harapan Menjadi Aksi)为主题,并与Mujahidin Radio 105.8 FM**合作举办,吸引了众多前来参加无车日活动的市民踊跃参与。
西加里曼丹印尼人口联盟(Koalisi Kependudukan Indonesia,KKI)主席Dr. Meiran Panggabean表示,如果能够充分提升人力资源素质,人口红利将成为地区发展的重要机遇。然而,目前西加里曼丹仍面临不少挑战,包括未接受教育的人口比例较高,以及劳动年龄人口中尚未取得学历证书或正式职业技能认证的人数仍然较多。
“这种情况将成为人口红利时代所面临的重要挑战。因此,政府必须持续推出提升民众能力和竞争力的各项计划,确保人口红利真正成为地区发展的优势。”他说。
对此,西加里曼丹省人力与移民局(Disnakertrans)职业培训与就业安置处处长Fatmawati也表示,政府目前已通过职业培训与生产力提升中心(UPT Pelatihan Vokasi dan Produktivitas)免费提供多项以能力为基础的职业技能培训。
“这些培训计划旨在帮助民众掌握实用技能,同时取得职业能力认证。我们鼓励年轻一代不断提升自身能力,不仅要具备就业竞争力,更要有能力创造就业机会。”她表示。
借助2026年世界人口日纪念活动,印尼人口与家庭发展部(Kemendukbangga)/西加里曼丹BKKBN希望进一步提升社会对人口发展及家庭质量建设重要性的认识。随着年轻一代更加健康、具备技能并富有生产力,人口红利有望成为实现2045黄金印尼(Indonesia Emas 2045)的重要基础。
BKKBN Kalbar Ajak Anak Muda Siapkan Diri Hadapi Bonus Demografi
KUNDIANDAILY.COM, PONTIANAK – Momentum Hari Kependudukan Sedunia (World Population Day) 2026 dimanfaatkan Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/BKKBN Perwakilan Kalimantan Barat untuk mengedukasi masyarakat mengenai isu kependudukan dan bonus demografi. Edukasi tersebut dikemas melalui Talkshow Kependudukan On The Street yang digelar di kawasan Car Free Day (CFD) Halaman Masjid Raya Mujahidin Pontianak, Minggu (12/7/2026).
Mengusung tema “Realizing Young People’s Hopes and Aspirations: Today and for the Future, Enam Tahun Bonus Demografi Kalimantan Barat: Saatnya Harapan Menjadi Aksi”, kegiatan yang berkolaborasi dengan Radio Mujahidin 105,8 FM itu mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat yang memadati kawasan CFD.
Ketua Koalisi Kependudukan Indonesia (KKI) Kalimantan Barat, Dr. Meiran Panggabean, mengatakan bonus demografi akan menjadi peluang besar apabila kualitas sumber daya manusia mampu dipersiapkan dengan baik. Namun, Kalimantan Barat masih menghadapi tantangan karena jumlah penduduk yang tidak bersekolah maupun usia kerja yang belum memiliki ijazah atau sertifikasi keahlian formal masih cukup tinggi.
“Kondisi ini menjadi tantangan di era bonus demografi. Karena itu pemerintah perlu terus menghadirkan program-program peningkatan kapasitas dan kompetensi masyarakat agar bonus demografi benar-benar menjadi keuntungan bagi daerah,” ujarnya.
Senada dengan itu, Kepala Bidang Pelatihan Kerja dan Penempatan Tenaga Kerja Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Kalimantan Barat, Fatmawati, mengatakan pemerintah telah menyediakan berbagai pelatihan vokasi berbasis kompetensi secara gratis melalui UPT Pelatihan Vokasi dan Produktivitas.
“Program ini dirancang untuk membekali masyarakat dengan keterampilan praktis sekaligus sertifikasi kompetensi. Kami mengajak generasi muda terus meningkatkan kemampuan agar tidak hanya siap bekerja, tetapi juga mampu menciptakan lapangan pekerjaan,” katanya.
Melalui peringatan Hari Kependudukan Sedunia 2026, Kemendukbangga/BKKBN Kalimantan Barat berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pembangunan kependudukan dan kualitas keluarga semakin meningkat. Dengan generasi muda yang sehat, terampil, dan produktif, bonus demografi diharapkan menjadi modal penting menuju terwujudnya Indonesia Emas 2045.
