坤甸——人口与计划生育部长兼国家人口与计划生育局局长维哈吉博士强调,必须加强家庭支持小组(TPK)在支持“Bangga Kencana”计划和加快降低发育迟缓率方面的作用。
他于2026年3月7日星期六访问西加里曼丹的印尼红十字会多功能厅时发表了上述讲话。他与家庭支持小组共同组织了“Bangga Kencana”计划的相关活动。
维哈吉在讲话中指出,政府已责成家庭支持小组协助向包括孕妇、哺乳期妇女和婴幼儿在内的目标群体分发营养补充剂。
“我们希望确保专门为孕妇、哺乳期妇女和婴幼儿设计的营养补充剂能够真正送到受益人手中。这是分配给家庭支持小组的一项新任务。”他说道。
他认为 在直接参与社区事务方面发挥着至关重要的作用,包括为面临发育迟缓风险的家庭提供生殖健康教育、支持和指导。
这项协调行动约有350名参与者,包括家庭支持团队成员、志愿者以及参与家庭发展和加速减少发育迟缓的各利益相关方。
坤甸市市长埃迪·鲁斯迪·卡姆托诺表示,坤甸市议会将继续加强“Bangga Kencana”项目的实施,以充分利用人口红利。目前,坤甸市人口约69.3万,其中约69.12%为育龄人口。
他还表示,到2025年,坤甸市约有8553个面临发育迟缓风险的家庭将获得家庭支持团队的支持和指导。
“TPK 一直走在直接支持家庭的最前沿,从青少年和即将结婚的夫妇到孕妇和有婴幼儿的家庭。”
Menteri Wihaji Tugaskan Tim Pendamping Keluarga Salurkan Makanan Pendamping Gizi untuk Ibu Hamil dan Balita
PONTIANAK – Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN RI, DR.H. Wihaji menegaskan penguatan peran Tim Pendamping Keluarga (TPK) dalam mendukung Program Bangga Kencana sekaligus percepatan penurunan stunting.
Hal itu disampaikannya saat kunjungan kerja dalam kegiatan konsolidasi Program Bangga Kencana bersama Tim Pendamping Keluarga di Aula Serbaguna Palang Merah Indonesia Provinsi Kalimantan Barat, Sabtu (7/3/2026).
Dalam arahannya, Wihaji menyebut pemerintah menugaskan Tim Pendamping Keluarga membantu pendistribusian Makanan Pendamping Gizi (MPG) kepada kelompok sasaran, yakni ibu hamil, ibu menyusui dan balita.
“Kita pastikan MPG khusus untuk ibu hamil, ibu menyusui dan balita benar-benar sampai kepada penerima manfaat. Ini bagian dari tugas baru yang diberikan kepada Tim Pendamping Keluarga,” ujarnya.
Ia menilai TPK memiliki peran penting karena menjadi garda terdepan yang berinteraksi langsung dengan masyarakat, termasuk dalam memberikan edukasi kesehatan reproduksi serta pendampingan keluarga berisiko stunting.
Kegiatan konsolidasi tersebut diikuti sekitar 350 peserta yang terdiri dari Tim Pendamping Keluarga, kader serta berbagai pemangku kepentingan yang terlibat dalam pembangunan keluarga dan percepatan penurunan stunting.
Turut hadir dalam kegiatan itu Kepala Perwakilan Kemendukbangga/BKKBN Kalimantan Barat Nur Yamin, Wakil Ketua PKK Provinsi Kalimantan Barat, Asisten I Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat serta Wali Kota Pontianak .
Edi Rusdi Kamtono mengatakan Pemerintah Kota Pontianak terus memperkuat pelaksanaan Program Bangga Kencana sebagai bagian dari upaya memanfaatkan bonus demografi. Saat ini jumlah penduduk Kota Pontianak mencapai sekitar 693 ribu jiwa dengan komposisi usia produktif sekitar 69,12 persen.
Ia juga menyebut hingga 2025 terdapat sekitar 8.553 keluarga berisiko stunting di Kota Pontianak yang telah mendapatkan pendampingan dari Tim Pendamping Keluarga.
“TPK adalah garda terdepan yang melakukan pendampingan keluarga secara langsung, mulai dari remaja, calon pengantin, ibu hamil hingga keluarga dengan balita,” tutupnya.
