坤甸讯 —— 西加里曼丹省省长 Ria Norsan 表示,当前社交媒体上传播的带有不容忍与极端主义倾向的内容日益增多,已成为对年轻一代构成的重要威胁。
他引用 Badan Nasional Penanggulangan Terorisme 数据指出,2025 年全年社交媒体平台上共发现约 21,199 条 涉及不容忍、极端主义甚至恐怖主义倾向的内容。他认为,这一情况需要高度警惕,若家庭缺乏早期监督,相关内容可能对未成年人产生不良影响。
上述讲话是在 Seminar Harmonisasi Kerukunan Umat Kalbar 开幕式上发表。该活动由 Dharma Wanita Persatuan Provinsi Kalimantan Barat 举办,并于周一(2026年4月6日)在 Kantor Gubernur Kalimantan Barat 举行。
他呼吁家庭,特别是母亲群体,在数字技术快速发展的背景下,加强对儿童使用手机及社交媒体行为的监督。
“如果缺乏良好监督,这将对我们的孩子构成严重威胁,”Ria Norsan 表示。
Ria Norsan 同时强调,加强家庭环境中的品格教育,是防范极端主义思想渗透的重要第一道防线,也有助于维护社会和谐稳定。
21 Ribu Konten Radikalisme Beredar di Medsos, Gubernur Kalbar Minta Keluarga Perketat Pengawasan Anak
PONTIANAK – Gubernur Ria Norsan mengingatkan maraknya konten bermuatan intoleransi dan radikalisme di media sosial menjadi ancaman serius bagi generasi muda.
Mengutip data Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), sepanjang 2025 tercatat sekitar 21.199 konten di media sosial mengandung unsur intoleransi, radikalisme, hingga terorisme. Menurutnya, kondisi ini perlu diwaspadai karena berpotensi memengaruhi anak-anak jika tidak diawasi sejak dini di lingkungan keluarga.
Hal itu disampaikan saat membuka Seminar Harmonisasi Kerukunan Umat yang digelar Dharma Wanita Persatuan Provinsi Kalimantan Barat di Kantor Gubernur Kalbar, Senin (6/4/2026).
Ia meminta peran keluarga, khususnya para ibu, memperkuat dalam mengawasi penggunaan ponsel dan media sosial anak di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital.
“Ini ancaman serius bagi anak-anak kita jika tidak diawasi dengan baik,” ujarnya.
Ria Norsan juga menekankan pentingnya pendidikan karakter di lingkungan keluarga sebagai benteng awal mencegah masuknya paham radikalisme sekaligus menjaga harmoni sosial di masyarakat.
