坤甸讯 —— 在城市不断迈向现代化发展的进程中,一项象征文化认同的重要工程正在重新树立。坤甸市政府支持在 Pontianak Utara Panca Bhakti 路建设 Rumah Radakng Samilik——这座具有达雅族传统特色的长屋预计将成为联络情谊的重要空间,同时强化城市地区的文化认同。
坤甸市市长 Edi Rusdi Kamtono 表示,达雅族长屋不仅仅是一座实体建筑,更象征团结、文化空间以及跨群体交流的重要纽带。
“我谨代表坤甸市政府,对这一建设活动表示赞赏并给予支持,”Edi Rusdi Kamtono 在奠基仪式结束后表示(2026年4月11日)。
他指出,未来 Rumah Radakng Samilik 有望成为文化、宗教及社会活动的重要中心,成为维护城市多元和谐的重要公共空间。
交流与团结的文化空间
在 Kalimantan Barat,达雅族长屋不仅是传统居所,更象征团结互助精神与达雅族群体身份认同。位于坤甸北区的 Rumah Radakng Samilik 建成后,预计将把这种精神重新带回现代城市生活之中。
建设委员会主席 Marsianus Mustam 表示,该项目预计总投资约 15 亿印尼盾,目标在一年内完成建设。
“目前已筹集约 25% 建设资金,因此奠基仪式得以启动,同时我们仍继续争取社会各界捐助支持,”Marsianus Mustam 表示。
他希望 Rumah Radakng Samilik 不仅成为达雅族群体的文化之家,也成为面向全体坤甸市民开放的公共文化空间,并有望成为推动城市旅游发展的新亮点。
推动配套基础设施建设
为支持该文化区域发展,坤甸市政府目前正推进 Panca Bhakti 路 基础设施升级,以提升通往该文化区域的通达条件。
此前,该道路曾被纳入 2025 年价值 154 亿印尼盾 的总统指令道路建设项目(Inpres Jalan),但实施进度一度延迟。目前市政府正与 Komisi V DPR RI 协调推进,希望将其列为 2026 年优先建设项目之一。
若项目顺利完成,Rumah Radakng Samilik 不仅将成为文化象征,也有望成为展示坤甸城市传统与现代融合发展的新形象窗口。
Pontianak Dukung Pembangunan Rumah Radakng Samilik Untuk Memperkuat Identitas Budaya Perkotaan
PONTIANAK — Di tengah geliat kota yang terus tumbuh modern, sebuah simbol budaya kembali ditegakkan. Pemerintah Kota Pontianak mendukung pembangunan Rumah Radakng Samilik di Jalan Panca Bhakti, Kecamatan Pontianak Utara—sebuah rumah panjang khas Dayak yang diharapkan menjadi pusat silaturahmi sekaligus penguat identitas budaya di kawasan perkotaan.
Wali Kota Edi Rusdi Kamtono menegaskan, rumah radakng bukan sekadar bangunan fisik. Lebih dari itu, ia adalah simbol persatuan, ruang budaya, dan jembatan kebersamaan lintas masyarakat.
“Atas nama Pemerintah Kota Pontianak, tentunya saya mengapresiasi dan mendukung kegiatan ini,” ujarnya usai peletakan batu pertama, Sabtu (11/4/2026).
Menurutnya, keberadaan Rumah Radakng Samilik nantinya bisa menjadi pusat kegiatan budaya, keagamaan, hingga sosial kemasyarakatan—sebuah ruang hidup yang menjaga harmoni di kota yang dikenal dengan keberagamannya.
Ruang Silaturahmi
Di Kalimantan Barat, rumah radakng bukan sekadar tempat tinggal tradisional. Ia adalah lambang solidaritas, gotong royong, dan identitas kolektif masyarakat Dayak. Kehadiran Rumah Radakng Samilik di Pontianak Utara diharapkan menghadirkan kembali semangat itu di tengah kehidupan kota modern.
Ketua panitia pembangunan, Marsianus Mustam menyebut pembangunan rumah radakng ini diperkirakan menelan biaya sekitar Rp1,5 miliar dan ditargetkan rampung dalam satu tahun.
“Saat ini sudah ada sekitar 25 persen dana yang terkumpul. Karena itu peletakan batu pertama sudah bisa dilakukan sambil terus menghimpun dukungan dari para donatur,” jelasnya.
Ia berharap Rumah Radakng Samilik tidak hanya menjadi rumah bagi warga Dayak, tetapi juga ruang terbuka budaya bagi seluruh masyarakat Pontianak, termasuk sebagai potensi penguatan sektor pariwisata kota.
Infrastruktur Ditingkatkan
Untuk mendukung kawasan tersebut, Pemkot Pontianak juga tengah memperjuangkan peningkatan infrastruktur Jalan Panca Bhakti agar lebih representatif sebagai akses menuju kawasan budaya baru ini.
Sebelumnya, jalan tersebut sempat masuk program Inpres Jalan senilai Rp15,4 miliar pada 2025, namun pelaksanaannya tertunda. Kini pemerintah kota kembali mengoordinasikan percepatan pembangunan bersama Komisi V DPR RI agar bisa menjadi prioritas tahun 2026.
Jika rampung sesuai rencana, Rumah Radakng Samilik bukan hanya akan menjadi simbol budaya—tetapi juga wajah baru Pontianak sebagai kota yang merawat tradisi sambil melangkah maju.
