(雅加达讯)PT Pegadaian于2026年开年交出亮眼成绩单。截至2026年4月,这家国有企业成功录得净利润4兆3800亿盾,较去年同期的2兆3400亿盾增长87.2%。
不仅利润大幅增长,Pegadaian总资产也攀升至183兆8000亿盾。同时,Outstanding Loan(OSL)gross突破153兆6000亿盾,与去年相比增长接近59%。
值得关注的是,业务增长的同时,融资质量也持续改善。Non-Performing Loan(NPL)不良贷款比率成功从0.82%下降至0.51%。
PT Pegadaian总裁董事Damar Latri Setiawan表示,这项成绩具有特别意义,因为恰逢Pegadaian成立125周年。
“在长达一个四分之一世纪的时间里持续保持增长,并不是一件容易的事,这离不开社会大众的忠诚与信任,”他于2026年5月21日星期四表示。
Damar指出,Pegadaian新的增长动力之一来自黄金生态系统及数字化服务的发展。目前,Pegadaian已正式成为印尼首家获得金融服务管理局(OJK)颁发bulion(黄金银行)业务执照的企业。
通过该项服务,Pegadaian推出包括Deposito Emas(黄金存款)、Pinjaman Modal Kerja Emas(黄金营运资金贷款)以及Perdagangan Emas(黄金交易)等多项产品。Pegadaian也被认为是目前最有能力运营黄金银行业务的企业,因为其拥有符合国际安全标准的全国最大黄金储存网络。
“黄金如今已成为最受社会大众青睐的safe haven资产。我们相信,bulion服务能够为国家经济带来巨大贡献,”他说。
除了强化黄金业务外,Pegadaian也持续通过Tring!应用程序推动数字化转型,让投资及金融服务更容易被社会大众接触与使用。
PT Pegadaian第四区域(Kanwil IV)Balikpapan负责人Rinaldi Lubis补充表示,公司对数字服务及黄金生态系统强化前景充满信心,并相信这将进一步扩大Pegadaian在加里曼丹地区的覆盖范围。
“数字化转型及bulion服务是满足社会大众对安全且可信赖投资需求的重要战略步骤,”他说。
Pegadaian Cetak Laba Fantastis Rp4,38 Triliun, Layanan Bank Emas Jadi Senjata Baru
KUNDIANDAILY.COM, JAKARTA – PT Pegadaian membuka tahun 2026 dengan kinerja yang melesat tajam. Hingga April 2026, perusahaan pelat merah ini berhasil membukukan laba bersih Rp4,38 triliun atau naik 87,2 persen dibanding periode yang sama tahun lalu sebesar Rp2,34 triliun.
Tak hanya laba, total aset Pegadaian juga melonjak hingga Rp183,8 triliun. Sementara Outstanding Loan (OSL) gross tembus Rp153,6 triliun, naik hampir 59 persen dibanding tahun sebelumnya.
Menariknya, pertumbuhan bisnis itu dibarengi kualitas pembiayaan yang makin sehat. Rasio kredit bermasalah atau Non-Performing Loan (NPL) berhasil ditekan dari 0,82 persen menjadi 0,51 persen.
Direktur Utama PT Pegadaian, Damar Latri Setiawan mengatakan capaian tersebut menjadi momentum spesial karena bertepatan dengan usia Pegadaian yang kini memasuki 125 tahun.
“Tidak mudah menjaga konsistensi pertumbuhan selama satu seperempat abad tanpa loyalitas dan kepercayaan masyarakat,” ujarnya, Kamis (21/5/2026).
Menurut Damar, salah satu motor pertumbuhan baru Pegadaian datang dari pengembangan ekosistem emas dan layanan digital. Pegadaian kini resmi menjadi perusahaan pertama di Indonesia yang mengantongi izin usaha bulion atau Bank Emas dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Lewat layanan ini, Pegadaian menghadirkan berbagai produk seperti Deposito Emas, Pinjaman Modal Kerja Emas, hingga Perdagangan Emas. Pegadaian juga dinilai paling siap menjalankan bisnis bank emas karena memiliki jaringan penyimpanan emas terbesar dengan standar keamanan internasional.
“Emas saat ini menjadi aset safe haven yang paling diminati masyarakat. Layanan bulion ini kami yakini bisa memberi kontribusi besar bagi perekonomian nasional,” katanya.
Selain memperkuat bisnis emas, Pegadaian juga terus mendorong transformasi digital melalui aplikasi Tring! agar investasi dan layanan keuangan semakin mudah diakses masyarakat.
Pemimpin Wilayah PT Pegadaian Kanwil IV Balikpapan, Rinaldi Lubis, menambahkan pihaknya optimistis layanan digital dan penguatan ekosistem emas akan semakin memperluas jangkauan Pegadaian di wilayah Kalimantan.
“Transformasi digital dan layanan bulion menjadi langkah strategis untuk menjawab kebutuhan masyarakat terhadap investasi yang aman dan terpercaya,” ujarnya.
