坤甸讯——坤甸市长埃迪坎多诺/Edi Rusdi Kamtono呼吁宗教团体加强文化素养、包容精神与交流联络,共同维护社会和谐,应对数字时代快速传播的信息浪潮。
Edi于9月7日(星期一)在坤甸市长会议室主持宗教团体培训活动时作出上述表示。活动共有400名宗教团体负责人参加。
Edi认为,社交媒体已成为维护社会和谐所面临的挑战之一。未经筛选的信息可能引发误解,甚至造成社会分裂。
社交媒体确实存在风险,但有时也可以成为启发大众的平台。因此,我们需要成熟的思维、广阔的视野以及理性判断的能力。Edi说。
他表示,宗教自由应与包容和健康沟通相辅相成。坤甸拥有多元的民族、文化、传统和宗教,这种多样性应成为建设安全、和谐城市的力量。
坤甸市政府始终努力为宗教自由提供空间。关键在于加强文化素养、包容精神,让这座城市更加和谐、安全、繁荣,让民众能够安心、平静地开展宗教活动。他说。
Edi强调,推动发展和改善民生不仅是政府的责任。宗教团体、社会人士以及广大民众同样肩负着维护城市稳定与和谐的重要责任。
与此同时,坤甸市宗教事务办公室负责人Ruslan呼吁各宗教团体在宗教教育和引导工作中,坚持包容、宗教中庸以及家庭般的团结精神。
Ruslan表示,社会和谐是城市发展的重要基础。没有安全与和平的环境,坤甸市的发展将难以顺利推进。
我们希望所有宗教团体持续做好对信众的教育和引导,推动包容、宗教中庸以及相互关爱的家庭精神。他说。
PONTIANAK – Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono meminta lembaga keagamaan memperkuat literasi, toleransi, dan silaturahmi untuk menjaga kerukunan masyarakat di tengah derasnya arus informasi digital.
Pesan itu disampaikan Edi saat membuka pembinaan lembaga keagamaan yang diikuti 400 pengurus lembaga keagamaan di Ruang Rapat Wali Kota Pontianak, Senin (7/9/2026).
Edi menilai media sosial menjadi salah satu tantangan dalam menjaga keharmonisan masyarakat. Informasi yang tidak disaring dengan baik berpotensi memicu kesalahpahaman hingga perpecahan.
“Media sosial ini rawan juga, tetapi kadang-kadang juga bisa menjadi ruang pencerahan. Karena itu perlu kedewasaan, wawasan, dan logika berpikir,” kata Edi.
Menurutnya, kebebasan beragama harus berjalan seiring dengan toleransi dan komunikasi yang sehat. Keberagaman suku, budaya, adat, dan agama di Pontianak, kata dia, harus menjadi kekuatan untuk membangun kota yang aman dan harmonis.
“Pemerintah Kota Pontianak berupaya selalu memberikan ruang kebebasan beragama. Kuncinya adalah literasi, toleransi, dan bagaimana kita menjadikan kota ini harmonis, aman, sejahtera, serta tenang dalam beribadah,” ujarnya.
Edi menegaskan, pembangunan dan kesejahteraan masyarakat tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah. Lembaga keagamaan, tokoh masyarakat, dan warga memiliki peran penting dalam menjaga suasana kota tetap kondusif.
Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Pontianak Ruslan mendorong seluruh lembaga keagamaan mengedepankan toleransi, moderasi beragama, dan semangat kekeluargaan dalam pembinaan umat.
Menurut Ruslan, kerukunan menjadi modal penting pembangunan. Tanpa keamanan dan kedamaian, pembangunan di Kota Pontianak akan sulit berjalan optimal.
“Kami berharap semua lembaga keagamaan senantiasa melakukan pembinaan dan pembimbingan kepada umat yang mengarah pada toleransi, moderasi beragama, dan semangat kekeluargaan,” katanya.
