坤甸讯——西加里曼丹省(Kalbar)地方减灾机构(BPBD)已将全省14个县(市)的335个村庄列为旱季期间森林和土地火灾(Karhutla)高风险地区。
这项风险地图将作为地方政府加强防范措施、应对旱季森林和土地火灾威胁的重要依据。
西加里曼丹BPBD灾害信息工作组负责人Daniel表示,高风险地区的划定,是由各县、市政府分别开展技术评估后确定的。
其中,一个主要指标是该地区曾多次发生森林和土地火灾,同时拥有容易燃烧的泥炭地(lahan gambut)。
“如何确定一个地区属于森林和土地火灾高风险地区,其机制是由各县、市分别组织技术会议进行评估。其中一个重要指标,就是该地区曾反复发生森林和土地火灾,此外,当地土壤属于泥炭地。”Daniel表示。
Daniel解释,除了已列入高风险地图的村庄外,其他地区仍有发生火灾的可能。然而,已被划定的地区将成为重点监测对象,因为这些地区风险更高,尤其是泥炭地能够在地下长期保存火种。
根据西加里曼丹BPBD的数据,自2026年1月至5月31日,全省森林和土地火灾过火面积已达28,216.32公顷。其中,约77%的火灾面积集中在Ketapang县、Mempawah县和Kubu Raya县,因此这三个地区成为当前森林和土地火灾防控工作的重点区域。
地方政府通过西加里曼丹BPBD持续加强预防工作,包括强化巡查监管、部门协调以及重点区域的应急准备,以期尽早降低火灾发生风险。
随着森林和土地火灾高风险村庄完成划定,西加里曼丹BPBD希望社会各界进一步提高警觉,积极参与环境保护工作。有关方面认为,加强预防措施对于减少森林和土地火灾对居民、公共健康及西加里曼丹生态系统造成的影响具有重要意义。(sgt)
335 Desa Rawan Karhutla di Kalbar
KUNDIANDAILY.COM, PONTIANAK – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Barat (Kalbar) memetakan 335 desa di 14 kabupaten/kota sebagai wilayah rawan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) selama musim kemarau di Kalbar.
Pemetaan tersebut menjadi dasar pemerintah daerah dalam memperkuat langkah antisipasi menghadapi ancaman kebakaran saat musim kemarau.
Ketua Satuan Tugas Informasi Bencana BPBD Kalbar, Daniel, mengatakan penentuan wilayah rawan dilakukan melalui kajian teknis oleh masing-masing pemerintah kabupaten dan kota.
Satu di antara indikator utama ialah wilayah yang memiliki riwayat kejadian Karhutla berulang serta karakteristik lahan gambut yang mudah terbakar.
“Bagaimana menentukan daerah ini menjadi rawan Karhutla, mekanismenya melalui kabupaten kota masing-masing. Mereka mengadakan rapat teknis, tentu salah satu indikatornya adalah kejadian Karhutla di wilayah itu terjadi secara berulang-ulang, selain tanahnya lahan gambut,” ujar Daniel.
Daniel menjelaskan, potensi kebakaran tetap dapat terjadi di luar desa yang telah masuk dalam peta rawan. Namun, wilayah yang telah ditetapkan menjadi prioritas pengawasan karena memiliki risiko lebih tinggi, terutama kawasan gambut yang dapat menyimpan bara api di bawah permukaan tanah.
Berdasarkan data BPBD Kalbar, luas lahan yang terbakar sejak Januari hingga 31 Mei 2026 mencapai 28.216,32 hektare. Sekitar 77 persen dari total luas kebakaran tersebut terjadi di Kabupaten Ketapang, Mempawah, dan Kubu Raya, sehingga ketiga daerah tersebut menjadi perhatian utama dalam upaya pengendalian karhutla.
Pemerintah daerah melalui BPBD Kalbar terus mendorong penguatan pencegahan dengan meningkatkan pengawasan, koordinasi, serta kesiapsiagaan di wilayah rawan. Upaya tersebut dilakukan agar potensi kebakaran dapat ditekan sejak dini.
Dengan adanya pemetaan desa rawan karhutla, BPBD Kalbar berharap seluruh pihak dapat lebih waspada dan berperan aktif menjaga lingkungan. Langkah pencegahan dinilai penting untuk mengurangi dampak Karhutla terhadap masyarakat, kesehatan, serta ekosistem di Kalimantan Barat. (sgt)
