坤甸讯——坤甸市政府通过Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Kota Pontianak将2026年预算额度1775.7亿印尼盾用于加快提升城市居住区环境质量,重点通过社区基础设施建设以及对全市多个区域棚户区的整治工作推进实施。
坤甸市秘书长Amirullah于2026年4月16日星期四在Rumah Budaya Kampung Caping举行的公共咨询论坛上致开幕辞。他表示,根据现有数据,目前坤甸市共有约18处棚户区划定点。不过,这一数量正持续逐步下降。
“这一下降趋势无论从比例还是面积来看都十分明显。这意味着市政府实施的各项计划与干预措施已经在降低棚户区指标方面取得积极成果,”Amirullah 表示。
坤甸市PRKP局局长Derry Gunawan解释说,其中最大预算部分为1436.9亿印尼盾,重点用于公共基础设施、公共服务设施及公共配套设施提升计划(PSU)。通过该计划,政府目标是在450个地点建设社区道路,并在200个地点实施排水系统改善,作为改善居民居住区环境质量的具体措施。
除基础设施提升外,PRKP部门还实施危房改造(RTLH)及社区卫生设施改善计划。2026年,共有252套住房及相关卫生设施列入改造对象,涵盖棚户区及非棚户区区域,以推动建设更加健康和适宜居住的生活环境。
上述举措也对坤甸市棚户区面积减少产生积极影响。目前,全市棚户区划定点约为18处。市政府认为,近年来通过持续推进社区基础设施建设及居住区整治,各项措施已逐步有效减少棚户区面积及其占比。
此外,市政府还安排土地征用预算,用于支持公共服务设施建设,包括扩建Puskesmas Tambelan Sampit社区卫生中心、提供公共设施用地以及城市公墓用地。这一举措成为坤甸市政府中期发展战略的一部分,旨在加强城市居住区规划质量,为市民建设更加有序且可持续发展的居住环境。
“市政府也已准备土地征用预算,用于扩建Tambelan Sampit社区卫生中心、公共设施以及城市公墓用地,”Derry Gunawan 表示。
PRKP Pontianak Fokus Realisasikan Rp177,57 Miliar untuk Program PSU
PONTIANAK — Pemerintah Kota Pontianak melalui Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Kota Pontianak mengarahkan pagu anggaran tahun 2026 sebesar Rp177,57 miliar untuk mempercepat peningkatan kualitas permukiman, terutama melalui pembangunan infrastruktur lingkungan dan penanganan kawasan kumuh di berbagai wilayah kota.
Sekretaris Daerah Kota Pontianak Amirullah, membuka Forum Konsultasi Publik yang digelar di rumah Budaya Budaya Kampung Caping, Kamis (16/4/2026). Berdasarkan data yang ada, katanya, saat ini Kota Pontianak memiliki sekitar 18 titik delineasi kawasan kumuh. Namun demikian, jumlah tersebut terus mengalami penurunan dari waktu ke waktu.
“Penurunan ini terlihat baik dari sisi persentase maupun luas kawasan. Artinya, berbagai program dan intervensi yang dilakukan pemerintah kota telah memberikan hasil positif dalam menekan indikator kawasan kumuh,” terangnya.
Kepala PRKP Kota Pontianak Derry Gunawan menjelaskan, porsi terbesar anggaran yakni Rp143,69 miliar difokuskan pada Program Peningkatan Prasarana, Sarana, dan Utilitas Umum (PSU). Melalui program ini, pemerintah menargetkan pembangunan jalan lingkungan di 450 lokasi serta perbaikan drainase di 200 lokasi sebagai langkah konkret memperbaiki kualitas kawasan permukiman masyarakat.
Selain peningkatan infrastruktur dasar, PRKP juga merealisasikan program penanganan rumah tidak layak huni (RTLH) dan sanitasi permukiman. Pada 2026, sebanyak 252 unit rumah dan fasilitas sanitasi menjadi sasaran perbaikan, baik di kawasan kumuh maupun nonkumuh, guna mendorong lingkungan hunian yang lebih sehat dan layak.
Upaya tersebut turut berdampak pada penurunan kawasan kumuh di Kota Pontianak yang saat ini tercatat berada di sekitar 18 titik delineasi. Pemerintah kota menilai berbagai intervensi pembangunan infrastruktur lingkungan dan penataan permukiman secara bertahap berhasil menekan luas dan persentase kawasan kumuh dalam beberapa tahun terakhir.
Selain itu, pemerintah kota juga mengalokasikan anggaran pengadaan lahan untuk mendukung pelayanan publik, antara lain perluasan Puskesmas Tambelan Sampit, penyediaan fasilitas umum, serta lahan pemakaman kota. Langkah ini menjadi bagian dari strategi jangka menengah Pemkot Pontianak dalam memperkuat kualitas kawasan permukiman yang lebih tertata dan berkelanjutan bagi masyarakat.
“Pemerintah kota juga menyiapkan anggaran pengadaan tanah untuk perluasan Puskesmas Tambelan Sampit, fasilitas umum, dan lahan pemakaman kota,” sebutnya.
