坤甸讯——印度尼西亚内政部(Kemendagri)推动西加里曼丹省坤甸市通过 地方服务交付计划(LSDP),打造可持续垃圾管理示范地区。
印尼内政部地方发展总局相关负责人阿马里亚迪(Amaryadi)表示,与其他项目地区相比,坤甸市在垃圾处理原料供应方面准备较为充分。
“坤甸市目前每天产生的垃圾约为300至450吨,已经能够满足项目需求。”阿马里亚迪于8月31日在坤甸市进行LSDP实地考察时表示。
他指出,LSDP的成功不仅取决于基础设施建设,还需要完善的管理体系、机构协作、公众参与以及企业支持。与此同时,坤甸市仍需完成土地、机构建设、社会和环境等方面的技术审核要求。
坤甸市市长埃迪·鲁斯迪·卡姆托诺(Edi Rusdi Kamtono)表示,建设综合垃圾处理设施(TPST)不仅是基础设施工程,更是推动垃圾从源头到末端管理体系转型的重要举措。
目前,坤甸市每天产生约400至450吨垃圾,其中约76%为有机垃圾。市政府将扩大社区垃圾银行及基层垃圾处理设施,减少最终进入垃圾填埋场的垃圾量。
埃迪同时呼吁居民改变垃圾处理习惯,从家庭源头开始分类垃圾,并按照规定地点和时间投放。
“TPST不仅是建设硬件设施,更是从源头到末端建立垃圾管理体系,同时推动公众意识和机构建设的转变。埃迪说。
坤甸市政府希望LSDP能够成为解决未来长期垃圾管理问题的方案,并将坤甸打造成为可供其他地区借鉴的垃圾管理示范城市。据了解,埃迪市长今年三月初在市政厅接待中国驻我国全权大使王鲁彤阁下及随行商务参赞等访问时向王大使表示中方能否帮助处理坤甸市拉圾问题的可能性,但愿能有所获。
PONTIANAK – Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) mendorong Kota Pontianak menjadi daerah percontohan pengelolaan sampah berkelanjutan melalui Local Service Delivery Program (LSDP).
Kepala Subdirektorat Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Ditjen Bina Pembangunan Daerah Kemendagri, Amaryadi, menilai Pontianak relatif lebih siap dibanding daerah penerima program lainnya, terutama dari sisi ketersediaan sampah sebagai bahan baku pengolahan.
“Untuk Kota Pontianak sudah aman, karena input sampahnya sekitar 300 sampai 450 ton per hari,” kata Amaryadi saat kunjungan lapangan LSDP di Pontianak, Senin (31/8/2026).
Menurutnya, keberhasilan LSDP tidak hanya bergantung pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga tata kelola, kelembagaan, partisipasi masyarakat, serta dukungan dunia usaha. Pemkot Pontianak tetap diminta menuntaskan sejumlah catatan teknis, termasuk kesiapan lahan, kelembagaan, aspek sosial, lingkungan, dan aksesibilitas.
Sementara itu, Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mengatakan pembangunan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) merupakan bagian dari perubahan sistem pengelolaan sampah dari hulu hingga hilir.
Pontianak menghasilkan sekitar 400–450 ton sampah per hari, dengan sekitar 76 persen di antaranya merupakan sampah organik. Pemkot pun akan memperluas bank sampah dan pengolahan di tingkat lingkungan agar sampah yang masuk ke TPA dapat ditekan.
Edi juga menekankan pentingnya perubahan perilaku masyarakat, terutama membiasakan pemilahan sampah dari rumah dan membuangnya sesuai tempat serta jadwal yang ditetapkan.
“TPST ini tidak hanya membangun fisik, tetapi juga membangun mental dan sistem pengelolaan sampah dari hulu ke hilir,” ujar Edi.
Pemkot Pontianak berharap program LSDP mampu menjadi solusi pengelolaan sampah jangka panjang sekaligus menjadikan Pontianak sebagai model yang dapat diterapkan daerah lain.
