坤甸讯 —— 与生活方式相关的疾病如今已成为印尼坤甸市主要公共卫生挑战。2025 年全年数据显示,高血压病例数量位居社区卫生中心(Puskesmas)接诊疾病首位,超过流感及上呼吸道感染等传染性疾病。
坤甸市卫生局数据显示,原发性高血压病例达 54,409 例,高于急性鼻咽炎 44,912 例、消化不良 28,448 例、上呼吸道感染(ISPA)20,575 例,以及非胰岛素依赖型疾病 19,522 例。
坤甸市卫生局局长表示,高血压病例数量居高不下,提醒社会公众必须开始改善日常生活方式。
“目前发病最多的是高血压。这说明民众需要改善生活方式,尤其要避免过量饮食,加强锻炼,保证充足休息,并做好压力管理,”他在周二(2026 年 3 月 31 日)表示。
他强调,高血压防治不能仅依赖药物,还必须配合持续性的行为改变,例如定期测量血压、调整饮食结构以及保持规律体育活动。此外,他指出,免费健康检查项目同样十分重要,因为许多居民在早期并未意识到自己已经存在高血压风险因素。
卫生局还记录显示,预计 2026 年初高血压病例将上升约 10%。这一趋势进一步表明,目前公共卫生问题正逐步由生活方式相关的非传染性疾病主导。如果未能及早控制,高血压可能发展为严重并发症,例如 Stroke、penyakit jantung 以及 gangguan ginjal 等疾病。
Kasus Hipertensi Tertinggi di Pontianak, Dinkes Ingatkan Warga Perbaiki Pola Hidup
PONTIANAK – Penyakit akibat gaya hidup kini menjadi tantangan kesehatan utama di Kota Pontianak. Sepanjang 2025, kasus tercatat sebagai penyakit terbanyak yang ditangani puskesmas, melampaui penyakit infeksi seperti flu dan infeksi saluran pernapasan atas.
Data Dinas Kesehatan Kota Pontianak mencatat hipertensi esensial mencapai 54.409 kasus, tertinggi dibandingkan nasofaringitis akut sebanyak 44.912 kasus, dispepsia 28.448 kasus, ISPA 20.575 kasus, serta non-insulin sebanyak 19.522 kasus.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Pontianak, Saptiko mengatakan tingginya angka hipertensi menjadi peringatan bahwa masyarakat perlu mulai memperbaiki pola hidup sehari-hari. “Sekarang yang paling banyak adalah hipertensi. Berarti ini harus memperbaiki pola hidup dari masyarakat, terutama konsumsi makanan tidak boleh berlebih, harus olahraga, istirahat cukup, dan kelola stres,” ujarnya, Selasa (31/3/2026).
Ia menegaskan penanganan hipertensi tidak cukup hanya mengandalkan obat, tetapi juga harus disertai perubahan perilaku secara konsisten seperti pemeriksaan tekanan darah rutin, pengaturan pola makan, serta aktivitas fisik teratur. Menurutnya, program cek kesehatan gratis juga penting karena banyak warga tidak menyadari sudah memiliki faktor risiko hipertensi sejak awal.
Dinas Kesehatan juga mencatat tren kasus hipertensi pada awal 2026 diperkirakan meningkat sekitar 10 persen. Kondisi ini memperkuat indikasi bahwa persoalan kesehatan masyarakat kini semakin didominasi penyakit tidak menular akibat pola hidup, yang berisiko berkembang menjadi komplikasi serius seperti stroke, penyakit jantung, dan gangguan ginjal jika tidak dikendalikan sejak dini.
